Unik Sepeda Berbahan Sisa Kain Denim Karya Warga Ciganitri Bisa Kurangi Limbah dari Industri Pakaian
Berawal dari penelitian untuk tugas kuliah, Andika Muhamad Ramadani (25) warga Kampung Ciganitri Desa Cipagalo Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung berhasil membuat sepeda dan papan skateboard dari sisa-sisa kain denim. Karyanya ini mendapatkan penghargaan juara satu Dekranas belum lama ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang-Berawal dari penelitian untuk tugas kuliah, Andika Muhamad Ramadani (25) warga Kampung Ciganitri Desa Cipagalo Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung berhasil membuat sepeda dan papan skateboard dari sisa-sisa kain denim. Karyanya ini mendapatkan penghargaan juara satu Dekranas belum lama ini.
Andika menceritakan, sepeda berbahan sisa kain denim ini ia ciptakan pada 2022 lalu dengan merek dagang Chigan yang merupakan kependekan dari nama kampungnya yakni Ciganitri. Hingga saat ini ia telah membuat dan menjual sebanyak 10 unit sepeda berbahan sisa kain denim. Di workshopnya itu ia bisa membuat beragam jenis batang atau frame sepeda,seperti fixie, minivelo, roadbike dan jenis lainnya sesuai pesanan konsumen.
"Sepeda ini bahannya hingga 85 persen kami buat dari sisa-sisa kain denim. Prosesnya, sisa kain denim ini dipadatkan menjadi tube atau pipa dengan menggunakan campuran polymer dan resin. Alhamdulilah bahan ini kuat dan sudah diuji coba ditunggangi oleh orang yang berat badannya diatas 100 kilogram," kata Andika di Ciganitri, Minggu 26 Oktober 2025.
Andika menjelaskan, berat dari sepeda berbahan sisa kain denim ini hanya 2,5 kilogram. Memang, jika dibandingkan dengan sepeda berbahan karbon yang rata-rata beratnya dibawah 2,5 kilogram masih lebih berat ini. Namun jika dibandingkan dengan sepeda berbahan logam besi dan alumunium yang rata-rata beratnya diatas 3 kilogram, tentu sepeda bahan denim ini masih jauh lebih unggul.
"Kami juga sudah melakukan berbagai uji coba. Seperti tes benturan, tes beban dan tes goresan. Bahan solid denim ini bisa saya pastikan jauh lebih kuat ketimbang bahan carbon fiber yang harganya juga lebih mahan dan langka itu. Selain itu, sepeda bahan sisa kain denim ini juga merupakan yang pertama ada didunia," ujar Andika yang merupakan lulusan dari lulusan ISI Jogjakarta jurusan Desain Produk itu.
Menurut Andika, perawatan sepeda denim ini juga terbilang mudah. Jika kotor tinggal dicuci menggunakan sabun atau ditergen layaknya kita mencuci pakaian berbahan kain denim. Sedangkan perawatan komponen lainnya, yang merupakan bahan-bahan logam dan karet seperti ban, rantai, velk dan lainnya bisa dilakukan seperti sepeda pada umumnya.
"Sepeda ini 85 persen berbahan denim, terutama framenya. Kalau yang lainnya seperti stang masih menggunakan stang sepeda biasa yang berbahan logam, tapi sebenarnya bisa juga kami buat dari bahan denim," katanya.
Andika melanjutkan, karena keunikannya, 10 unit sepeda berbagai jenis yang telah dia produksi itu, semuanya dibeli oleh para kolektor dan juga sebagian pembelinya ada dari kalangan pemerintahan. Harga jual sepeda berbahan sisa kain denim ini ia banderol Rp. 8 juta untuk full bike atau sepeda utuh,sedangkan untuk framenya saja ia ia biasa menjualnya diharga Rp. 3,2 juta.
"Kalau untuk jenis sepeda sebenarnya saya juga bisa mengerjakan sesuai pesanan atau custom yah. Termasuk harga juga bisa variatif tergantung pesanannya," katanya.
Selain membuat frame sepeda, lanjut Andika, ia juga membuat papan skateboard yang juga berbahan sisa kain denim. Kata dia, prosesnya hampir sama yakni lembaran sisa kain itu dipadatkan dengan menggunakan polymer dan resin. Kemudian, dibentuk menyerupai papan skateboard. Hasilnya, selain unik karena papan luncur ini bermotif kain denim, kekuatannya pun melebihi papan skateboard berbahan kayu lapis.
"Bedanya kalau untuk papan skateboard, itu potongan kainnya saya jahit dulu hingga menjadi sebuah lembaran kain. Kemudian, saya padatkan menjadi sebuah solid denim. Nah sebenarnya,selain menjadi frame sepeda dan papan skateboard, saya juga mengolah sisa-sisa kain denim ini menjadi papan serbaguna yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti tatakan gelas, lantai rumah dan lain sebagainya," katanya.
Alasan Andika memilih sisa potongan kain denim, yakni karena disekitar rumahnya banyak terdapat usaha konveksi pembuatan berbagai pakaian. Diantaranya, pakaian-pakaian yang berbahan denim. Sisa-sisa limbah kain denim inilah yang ia olah menjadi bahan frame sepeda dan papan skateboard.
"Sebenarnya semua jenis kain juga bisa digunakan yah. Cuma yang saya pakai ini sisa-sisa limbah kain denim yang banyak terbuang dari konveksi-konveksi yang ada disekitar rumah saya. Dan memang salah satu tujuan saya ingin mengurangi limbah atau sampah yang ada disekitar kita diubah menjadi bahan atau barang yang bermanfaat," katanya.
Karena kreativitasnya ini, Andika pun kerap kali mendapatkan berbagai penghargaan. Belum lama ini, sepeda denim karya anak muda dari Kabupaten Bandung ini juara 1 Dekranas. Selain itu, ia kerap kali diundang dan memamerkan karyanya dalam berbagai event ekonomi kreatif (Ekraf) di dalam negeri.
"Projek saya selanjutnya masih pengembangan sepeda denim ini. Saya sedang memikirkan agar bisa produksi masal. Agar semakin banyak orang bisa memakai sepeda denim Chigan karya saya ini," ujarnya.***
Editor : JakaPermana
