Unikom gelar Halal Bihalal Virtual Usai Libur Idul Fitri 1443 H

Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menggelar Halal Bihalal bagi sivitas akademika Unikom secara virtual usai libur Idul Fitri 1443 H.

Unikom gelar Halal Bihalal Virtual Usai Libur Idul Fitri 1443 H
Gelaran halal bihalal Unikom usai libur Lebaran atau Idul Fitri 1443 H.

INILAHKORAN, Bandung- Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menggelar halal bihalal bagi sivitas akademika Unikom secara virtual. Hal ini sebagai bentuk jalinan silaturahmi pasca Hari Idul Fitri.

Turut hadir pada Halal Bihalal virtual tersebut Pimpinan Yayasan Science & Technology, Pimpinan di jajaran Rektorat, Dekanat, Direktorat, Program Studi, Divisi, Kabiro dan Pimpinan berbagai bidang kerja, dosen, karyawan, Pembina dan pengurus Majlis Ta’lim Asfiyatun Nisa Unikom.

Halal Bihalal tersebut bertajuk “Semangat Ramadhan Dengan Budaya Kerja PIQIE (Profesionalism, Integrity, Quality, Information, Technology, Excellence) Menuju Universitas Unggul”. Pihak kampus mengundang Ustadz Wijayanto.

Baca Juga: Selama Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Kota Bandung Capai 77.75 Persen

Ustadz Wijayanto menyampaikan, kepada sivitas akademika Unikom pada Halal Bihalal Virtual Unikom, berpisah dengan Bulan Ramadhan keberkahan Allah senantiasa berlimpah curah, dengan tetap Istiqomah menjalankan perintahnya dan mendekatkan dirinya kepada sang pencipta, mematuhi perintahnya, meninggalkan larangan-nya dan terus menjalin silaturrahim.

Ustadz Wijayanto juga menambahkan, bahwa melupakan kebaikan diri, dan mengingat keburukan diri sendiri untuk bisa memperbaiki diri dan melupakan keburukan orang lain dan memaafkannya untuk mendapatkan keberkahan hidup.

Tidak hanya itu, Ustadz Wijayanto juga menyebutkan bahwa silaturahim merupakan jalan menuju surga dan membuat hubungan menjadi lebih baik, silaturahmi juga bagian dari keberkahan yang tidak bisa dihindari, tidak bisa diukur namun bisa dirasakan.

Baca Juga: Kembalikan Formulir Sambil Bawa Massa, Asep Hendra Klaim Menangkan Kursi Ketum KONI KBB

"Makna halal bihalal dapat dipahami dari tinjauan Quran. Dalam hal ini, halal yang thayyib merupakan berbagai hal yang baik lagi menyenangkan. Dengan kata lain, Alquran memerintahkan umat muslim untuk melakukan berbagai aktivitas yang memberikan makna kebaikan dan menyenangkan bagi semua pihak," ucap Ustadz Wijayanto, Selasa 10 Mei 2022.

Menurutnya, inilah yang menjadi dasar mengapa Alquran tidak hanya menuntut umat muslim untuk saling memaafkan, melainkan juga berbuat baik terhadap sesama.

"Sikap saling memaafkan dan mengasihi antar manusia tentu dapat memberikan manfaat kebaikan di dunia," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto mengatakan, bahwa setelah libur lebaran seluruh sivitas akademika Unikom bisa berkumpul, meskipun secara virtual.

"Alhamdulillah setelah selama dua minggu di rumah bersama keluarga, libur Hari Raya Idul Fitri, dan setelah satu bulan berpuasa yang kemudian ditutup dengan Idul Fitri," ucap Eddy Soeryanto Soegoto.

Baca Juga: Park Byun Eun Ungkap Pernyataan Mengejutkan dalam Drama Balas Dendam 'Eve' dengan Seo Ye Ji

Menurut dia, semoga apa yang dilakukan dalam melaksanakan ibadah puasa itu kemudian bisa diimplementasikan dalam budaya organisasi, yaitu PIQIE (Profesionalism, Integrity, Quality, Information, Technology, Excellence).

"Selanjutnya kita harus memperkuat, membangun tata nilai di lingkup sivitas akademika Unikom khususnya dalam rangka Universitas Unggul. Saat ini juga para pimpinan di Unikom sedang bahu membahu untuk meningkatkan kualitas kita sehingga menjadikan Unikom menjadi salah satu Universitas Unggul," paparnya. *** (okky adiana)


Editor : inilahkoran