Universitas Widyatama Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi
Universitas Widyatama menggelar berbagai upaya dalam meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di kampus Universitas Widyatama pada Kamis (6/2/2020).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Universitas Widyatama menggelar berbagai upaya dalam meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di kampus Universitas Widyatama pada Kamis (6/2/2020).
Bentuk kegiatannya berupa pelatihan pengelolaan keuangan dan akuntansi bagi para pelaku Usaha Menengah Kecil Menengah (UMKM), khususnya di lingkungan RW 02 Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.
Ketua Pelaksana Kegiatan PkM, Eriana Kartadjumena menyatakan bahwa pelatihan akuntansi UMKM merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademiknya. Terutama, dalam upaya memajukan potensi bisnis para pelaku UMKM yang berasal dari warga masyarakat di sekitar Widyatama.
Hal itu berkaca pada fenomena yang terjadi saat ini, karena sebagian besar pelaku UMKM belum menyadari pentingnya pengelolaan keuangan dan belum melaksanakan pencatatan transaksi usaha dan belum memiliki pembukuan yang baik.
Oleh karena itu, pelaku UMKM umumnya mengalami kesulitan dalam melaporkan posisi keuangan, memperhitungkan omzet dan laba usahanya yang berdampak pelaku UMKM dipandang tidak layak (feasible) dalam melakukan akses kredit modal ke lembaga pembiayaan. Kondisi ini seringkali menghambat UMKM untuk dapat growth dan scale up usahanya.
“Pelatihan yang dilakukan oleh kami ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta pemahaman para pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan dan akuntansi,” tutur Eriana.
Selain itu, hasil dari pelatihan tersebut diharapkan para pelaku UMKM sedikitnya dapat melaksanakan pembukuan yang baik dan menyusun laporan keuangan sederhana sehingga mereka dapat mengakses kredit usaha pada lembaga pembiayaan.
“Kegiatan ini juga nantinya secara berkesinambungan akan dilanjutkan dalam bentuk pendampingan dari dosen akuntansi UTama kepada para pelaku UMKM dalam melaksanakan proses pembukuan atas transaksi nyata di kegiatan usahanya,” papar Eriana.
Ke depan diharapkan para pelaku UMKM memiliki pembukuan yang baik dan layak, untuk mendapatkan aksesibilitas kredit modal dalam meningkatkan skala usahanya ke lembaga pembiayaan yang tersedia. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

