Upaya Capai Kemandirian Energi Nasional, Wakil Menteri BUMN I Tinjau Proyek JTB

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mashury mengunjungi lokasi proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) Pertamina Cepu

Upaya Capai Kemandirian Energi Nasional, Wakil Menteri BUMN I Tinjau Proyek JTB
Kunjungan kerja Wakil Menteri BUMN I , Pahala Mansury ke proyek JTB, Bojonegoro, Jawa Timur pada Jumat (29/10/2021).

INILAHKORAN, Bojonegoro,- Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury mengungkapkan sinergi antar BUMN pada pengerjaan Proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) diharapkan tetap solid walaupun dijalani di tengah masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Pahala Mansury saat melakukan kunjungan kerjanya ke proyek JTB, Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat 29 Oktober 2021

Pahala mengatakan, pihaknya mengharapkan PEPC sebagai pemilik proyek dan juga PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek JTB terus memberikan potensi terbaiknya demi suksesnya pekerjaan ini.

Baca Juga: Polisi Cecar Selegram Rachel Vennya 38 pertanyaan

Karena gas dari JTB sangat diandalkan dalam pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

"Saya sangat mengharapkan proyek ini mampu berkontribusi pada kemandirian energi nasional, apalagi saat ini situasi dunia tengah mengalami krisis energi" jelasnya.

Pahala juga menyampaikan bahwa secara historis dirinya memiliki kedekatan khusus dengan proyek JTB lantaran saat dimulainya proyek ini pihaknya turut aktif mempersiapkan aspek pembiayaannya.

Sementara itu, di hadapan Wamen, Direktur Utama PEPC, Awang Lazuardi menyampaikan tantangan yang dihadapi proyek ini selama pandemi, namun demikian PEPC terus berupaya mengembangkan inovasi dan berkonsolidasi untuk mewujudkan tujuan proyek JTB dalam berkontribusi pada pemenuhan energi.

Baca Juga: Tasikmalaya Tetapkan Siaga Bencana Banjir dan Longsor

"Tentu kami terus berupaya agar capaian-capaian penting ini terus ditingkatkan, meskipun kita dalam situasi yang cukup menantang" ungkap Awang.

Saat ini realisasi proyek EPCC secara total telah mencapai 94,71% dengan beberapa kegiatannya seperti engineering telah mencapai target 100%.

Proyek JTB sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Perpres Nomor 109 tahun 2020.

Proyek JTB yang diharapkan menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia memiliki kapasitas produksi gas yang mencapai 192 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Dimana 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik milik PT PLN.

Baca Juga: Aturan Baru Moda Transportasi Darat, Organda Jabar: Itu Keliru

Dengan capex proyek JTB yang mencapai 1,5 miliar USD, suplai gas dari JTB kedepannya akan memasok ketersediaan gas di Pulau Jawa yang cukup besar sehingga dapat meningkatkan kemajuan perekonomian masyarakat melalui geliat dunia usaha baik secara regional maupun nasional.***


Editor : inilahkoran