Update Korban Keracunan Massal MBG di Cipongkor, Ketua Komisi IV DPRD KBB: Sampai Jam 8 Pagi Ada 342 Orang
Jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memantau kondisi korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor sejak Senin 22 September 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memantau kondisi korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (mbg) di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor sejak Senin 22 September 2025.
"Hingga pukul 08.00 WIB, jumlah korban keracunan massal MBG di Cipongkor masih terus bertambah," kata Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, Selasa 23 September 2025.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB per tanggal 23 September 2025 pada pukul 08.00 WIB, jumlah korban keracunan tercatat sebanyak 342 orang.
"Jadi, data Dinas Kesehatan secara rinci jumlah korban yang dirawat di Posko Puskesmas sebanyak 88 orang, terdiri dari 64 berobat jalan dan 24 orang masih dirawat," sebutnya.
Kemudian, lanjut Nur, di RSUD Cililin tercatat 27 orang dengan rincian 9 orang rawat inap, 14 orang observasi di IGD dan 4 orang rawat jalan.
Sementara di Posko Kecamatan tercatat sebanyak 207 orang, 182 diantaranya masih dirawat dan 25 orang berobat jalan.
"Untuk di RSIA Anugrah ada 20 orang dan semua korban sedang menjalani rawat inap," ucapnya.
Lebih lanjut Nur menjelaskan, para korban ini sebelumnya mengalami berbagai gejala, diantaranya 238 orang mengalami mual, 75 orang muntah, 213 orang merasakan pusing, 29 orang diare dan 40 orang sakit kepala.
"Selain itu sebanyak 62 orang mengalami gejala lemas, 88 orang merasakan sesak, 43 orang demamq dan 86 orang mengali sakit perut. Itu data dari Dinkes," bebernya.
Nur menilai, kejadian keracunan massal ratusan siswa ini tidak bisa dimaklumi dan mereka harus bertanggung jawab lantaran hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan keselamatan jiwa.
"Ini menjadi perhatian buat semua pengelola MBG. Kemudian, yang saya pertanyakan kemana aja ahli gizi yang ditugaskan untuk memastikan kualitas menu MBG ini kok banyak sekali kejadian," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
