UPI Menerima Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menerima calon mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 melalui tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri Universitas Pendidikan Indonesia (SM UPI).

UPI Menerima Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020
Foto: INILAH/Okky Adiana

INILAH, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menerima calon mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 melalui tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri Universitas Pendidikan Indonesia (SM UPI).

Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru UPI Asep Supriyatna mengatakan, dari tiga jalur penerimanaan, UPI akan menerima mahasiswa baru sekitar 9.000 mahasiswa jenjang Diploma (D3) dan Sarjana (S1). Dengan rincian SNMPTN 30%, SBMPTN 50%, dan SM-UPI 20%.

Menurut Asep, mahasiswa UPI aktif hingga tahun 2019 sebanyak 40.510 jenjang Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor yang tersebar di UPI kampus Bumi Siliwangi dan di UPI Kampus Daerah. Pada tahun akademik 2018/2019, peminat ke UPI sebanyak 89.738 pendaftar melalui jalur SNMPTN (31.136 peminat), SBMPTN 42.972 peminat, SM UPI 15.630 peminat, dan jalur SBMPTN, UPI menduduki peringkat ke-4 sebagai PTN paling diminati di Indonesia.

"Sedangkan untuk program studi yang diminati pada tahun akdemik 2018/2019, di antaranya prodi Ilmu Komunikasi sebanyak 3.785, Manajeman 3.366, Psikologi 2.941, Pendidikan Guru Sekolah Dasar PGSD, kampus Cibiru 2.228, dan Akuntansi 2.208," ujar Asep.

Asep mengungkapkan, untuk penerimaan mahasiswa baru UPI tahun akademik 2019/2020, UPI telah membuka dua program studi baru, yaitu program Studi Gizi (S1) UPI Kampus Bumi Siliwangi, dan program Studi Keperawatan (S1) UPI Kampus Sumedang.

"Seperti tahun sebelumnya UPI juga akan menjadi salah satu pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan rencanya akan bekerja sama dengan mitra Politeknik Bandung dan Politeknik Pos Indonesia. UTBK akan dilaksanakan pada 20-26 April 2019 dengan tiga pilihan tes, soshum, saintek, dan campuran," ucap Asep.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kata Asep, tahun ini siswa-siswa yang akan mendaftar SNMPTN harus mendaftarkan akunnya terlebih dahulu di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dengan ketentuan, misalnya siswa akun LTMPT dilakulan oleh sekolah dan juga siswanya secara mandiri.

Siswa lulusan tahun 2020 dan akan mengikuti SNMPTN 2020 wajib melakukan registrasi akun pada 2 Desember 2019 - 7 Januari 2020. Bagi siswa lulusan 2020 yang tidak akan mengikuti SNMPTN 2020 tapi akan mengikuti UTBK-SNMPTN 2020, dapat melakukan registrasi akun pada 7 Februari 2020 - 5 April 2020 bersamaan dengan registrasi akun bagi lulusan 2018 dan 2019.

Sebelum melakukan registrasi akun, pihak sekolah atau siswa harus sudah membaca petunjuk alur registrasi akun sekolah dan siswa serta melihat video tutorial registrasi akun di https://www.ltmpt.ac.id pada menu unduhan tahun 2020.

Sekolah yang sudah registrasi akun untuk tidak melakukan simpan permanen sebelum data sekolah yang tercantum sudah benar. Dalam hal ini, sekolah tidak perlu menunggu siswa melakukan verfikasi dan permanen data. Walaupun sudah permanen data, sekolah tetap bisa memantau status registrasi akun siswanya.

Akreditasi sekolah yang mau TMT selesai akreditasi setelah 31 Desember 2018, masih dianggap berlaku.

Semua perbaikan atau update data sekolah dan siswa harus dilakukan oleh operator sekolah melalui sistem Dapodik PDSP Kemendikbud atau sistem Emis Pendis Kemenag termasuk tentang nomor registrasi sekolah diperoleh dari PDSP Kemendikbud atau Emis Kemndag. (Okky Adiana)


Editor : DeryFG