Usai Dijewer Gegara Tak Tepuk Tangan, Pelatih Biliar Ini Sebut Gubernur Edy Rahmayadi Gila Hormat
Pelatih biliar, Khoiruddin Aritonang menyebut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sosok gila hormat usai insiden jewer.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pelatih biliar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Utara (Sumut), Khoiruddin Aritonang angkat bicara usai dijewer Gubernur Edy Rahmayadi gara-gara enggan tepuk tangan.
Dengan tegas, Khoiruddin Aritonang menyebut Edy Rahmayadi gila hormat usai insiden jewer itu.
“Minus perhatian terhadap dunia olahraga, tapi gila hormat dan tepukan tangan dari penggiat olahraga,” kata Khoiruddin Aritonang mengomentari sosok Edy Rahmayadi seperti dikutip InilahKoran dari Inilah.com.
Baca Juga: Tak Terima Anaknya Disebut Boneka oleh Boy William, Ivan Gunawan Geram: Ini Bayi!
Khoiruddin Aritonang merasa dipermalukan dalam insiden tersebut. Dia tak habis pikir, Edy Rahmayadi menjewer dan memarahinya karena ogah tepuk tangan untuk sambutan sang Gubernur di atas panggung.
Choky, sapaan akrabnya, mengaku tidak memberikan tepuk tangan saat acara pemberian tali kasih kepada kontingen PON Sumatera Utara di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumut, karena menurutnya tidak hal spektakuler dari yang dibicarakan.
“Hal spektakuler apa dibuat dia, sehingga penting kali tepuk tangan?” ucapnya.
Baca Juga: Tahun Baru 2022 Tiba, Ini Trend Warna Fashion yang Bakal Mendominasi
Menurutnya, selama ini Edy tidak ada perhatian terhadap olah raga khususnya biliar.
Bahkan untuk latihan biliar untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pun Tim Biliar Sumut menggunakan meja yang sudah usang hasil pemberian dari pemerintah pada 2016 silam.
Meski berlatih menggunakan meja usang, namun atlet biliar Sumut mampu mengharumkan nama daerahnya dari ajang PON XX Papua dengan membawa sejumlah medali.
Sebelumnya, dalam acara pemberian tali kasih itu, Edy awalnya memberikan motivasi agar para atlet terus berprestasi dan mengharumkan nama Sumut.
Baca Juga: Doddy Sudrajat Keukeuh Tes DNA Gala Sky, Komnas Anak: Saya Kira Tidak Patut Didiskusikan
Mendengar motivasi Edy, para atlet dan pelatih yang hadir dalam kegiatan itu tepuk tangan.
Tak lama berselang, Edy melihat seorang peserta tali kasih tidak tepuk tangan. Sosok tersebut yaitu Khoirudin Aritonang alias Choki, pelatih tim biliar Sumut.
“Yang pakai kupluk itu siapa? Yang baju kuning. Kau berdiri. Kenapa kau tak tepuk tangan? Sini, sini,” kata Edy memanggil Choki ke atas panggung.
Baca Juga: Punya Faktor X, Shin Tae Yong Yakin Bawa Timnas Indonesia Bungkam Thailand di Final Piala AFF 2020
Setelah Choki maju ke panggung, Edy menanyakan posisi Choki. Choki kemudian menjawab bahwa dia adalah pelatih cabang olahraga biliar.
“Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini,” kata Edy sambil menjewer Choki.
Setelah mendapatkan jeweran, Choki langsung turun dari podium dan pergi meninggalkan Edy.
Baca Juga: Sikap Kami: Demo? Ke Jakarta Saja!
“Tak usah dipakai lagi. Kau langsung keluar. Tak usah di sini,” kata Edy.***
Editor : inilahkoran


