Kekeringan Melanda, BPBD Cirebon Salurkan 24.000 Liter Air Bersih
BPBD Cirebon terus mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan akibat kemarau
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon menggencarkan distribusi bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Samsul Huda mengatakan, distribusi air dilakukan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Bantuan air bersih telah disalurkan ke Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, dan Desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong,” kata Samsul di Cirebon seperti dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Cirebon telah menyalurkan sekitar 24.000 liter air bersih menggunakan armada tangki berkapasitas sekitar 4.000 liter.
Menurut Samsul, distribusi air akan terus disesuaikan dengan laporan dan kondisi wilayah yang mengalami kekurangan air selama musim kemarau.
Berdasarkan pemetaan serta evaluasi kejadian dalam tiga tahun terakhir, BPBD Cirebon mengidentifikasi lima kecamatan yang memiliki potensi tinggi mengalami krisis air bersih.
Namun, distribusi menggunakan mobil tangki dinilai hanya menjadi solusi jangka pendek. Karena itu, BPBD mengusulkan pembangunan sumber air alternatif untuk menghadapi kemungkinan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengusulkan pembangunan 10 titik sumur bor di wilayah yang membutuhkan sumber air berkelanjutan,” ujarnya.
Selain sumur bor, pemerintah daerah juga menyiapkan normalisasi embung untuk meningkatkan kapasitas tampungan air sebagai cadangan selama musim kemarau.
BPBD Cirebon turut mengusulkan penambahan armada tangki air agar distribusi dapat diperluas dan dipercepat apabila jumlah wilayah terdampak kekeringan meningkat.
Samsul menyebut, berdasarkan hasil pemetaan, potensi dampak kekeringan di Kabupaten Cirebon dapat menjangkau sekitar 563.000 jiwa.
Karena itu, menurutnya, penguatan sumber air dan sarana distribusi harus dilakukan sejak dini, bukan hanya ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan ketika warga sudah mulai kesulitan mendapatkan air, tetapi juga dipersiapkan jauh sebelum musim kemarau kembali datang,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


