Usai Lebaran, Tumpukan Sampah Liar Hiasi Wajah Ibu Kota Kabupaten Bandung
Pascalibur hari raya Idul Fitri, beberapa sudut jalan di Kabupaten Bandung dikepung tumpukan sampah liar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sepekan pascalibur hari raya Lebaran, beberapa daerah Kabupaten Bandung dikepung tumpukan sampah. Beberapa sudut jalan berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Pantauan INILAHKORAN, di beberapa ruas jalan di Kecamatan Soreang, terlihat tumpukan sampah. Seperti terlihat di Jalan Raya Soreang-Banjaran tepatnya dekat perempatan jalan Ciburial Timur Desa Soreang. Tumpukan sampah dengan lalat dan air lindi yang mengucur ke jalan karena diguyur hujan terlihat menjijikkan.
"Ini sudah dua minggu enggak diambil. Katanya sih hari Jumat, biasanya sih seminggu sekali. Tumpukan sampah dekat tempat usaha saya ini sangat mengganggu, pembeli juga jadi risih enggan mampir," kata Deni salah seorang warga Ciburial Timur yang membuka usaha warung nasi khas Sunda itu, Selasa 10 Mei 2022.
Baca Juga: Kurung Anak dalam Kamar, Bocah Asal Lembang Nyaris Terpanggang
Menurut Deni, tumpukan sampah di tepi jalan itu berasal dari warga sekitar. Ditambah dengan sampah yang sengaja dibuang oleh pengguna jalan yang melintas. Alhasil, tumpukan sampah di tepi jalan dekat perempatan Jalan Raya Soreang-Banjaran itu semakin menumpuk.
"Padahal ini kan kawasan Ibukota Kabupaten Bandung. Tapi kok pelayanan kebersihannya memble seperti ini," ujarnya.
Tumpukan sampah dengan jumlah lumayan besar juga terlihat di Jalan Raya Kaum Kaler Desa Pamekaran Kecamatan Soreang. Aroma tak sedap dengan kerumunan lalat hijau pun cukup membuat para pengguna jalan yang lewat merasa jijik serta menutup hidung.
Baca Juga: Horeee... Kegiatan Study Tour Bisa Kembali Diadakan
"Mungkin petugas kebersihannya masih libur lebaran. Atau masih sibuk ngurus sampah ditempat lain. Tapi kok anehnya masa sudah dua pekan sampah tak kunjung diangkut, ini kan kawasan Ibukota yang menjadi wajah Kabupaten Bandung," kata Wawan salah seorang tokoh masyarakat Soreang.
Setali tiga uang dengan di Jalan Kaum Kaler, tumpukan sampah juga terlihat di Jalan Raya Soreang-Cipatik, dekat rumah sakit Soreang lama. Gunungan sampah terlihat ditepi jalan depan pemukiman warga. Bau tak sedap pun menyeruak kemana-mana. Beberapa penjual makanan dan minuman yang ada disepanjang jalan itupun jadi harus lebih bersabar, karena pembeli jadi enggan untuk singgah berbelanja di tempat mereka.
"Sudah biasa sampah dari warga dan pengguna jalan yang lewat dibuang dan ditumpuk disini. Tapi sekarang sudah hampir dua minggu enggak diangkut juga," kata Rahmat salah seorang warga. (Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran

