Usai Sungai Cimeta di KBB Viral Berwarna Merah Darah, Polsek Padalarang Panggil 3 Saksi

Usai viral di media sosial Sungai Cimeta KBB berwarna merah darah, Polsek Padalarang panggil 3 saksi.

Usai Sungai Cimeta di KBB Viral Berwarna Merah Darah, Polsek Padalarang Panggil 3 Saksi
Petugas memeriksa air di Sungai Cimeta KBB yang berwarna merah darah.
INILAHKORAN, Bandung- Kasus pencemaran sungai Cimeta di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin 30 Mei 2022 telah memasuki babak baru.

Pasalnya, pihak kepolisian dari Polsek Padalarang telah meminta keterangan dari tiga orang saksi yang mengetahui penyebab Sungai Cimeta di KBB itu berwarna merah darah.

Seperti diberitakan sebelumnya, aliran Sungai Cimeta yang mengalir ke kawasan Desa Tagogapu dan Campakamekar, Kecamatan Padalarang, KBB,  mendadak berubah menjadi merah darah.
 
Baca Juga: Keluarga Ridwan Kamil Ikhlas, Apapun Hasil Akhirnya Insha Allah Akan Diterima

Perubahan warna tersebut terjadi sejak pagi hingga menjelang sore yang membuat masyarakat di sekitar bantaran sungai panik.

Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan mengatakan, pihaknya pun telah mengamankan sampel karung berisi zat pewarna yang diduga menjadi penyebab air sungai berwarna merah darah juga sudah diamankan.

"Ada tiga saksi yang kami sudah mintai keterangan dan satu karung plastik berisi zat kimia pewarna sudah dibawa ke Polsek," katanya kepada wartawan.
 
Baca Juga: Miris! 99,8 Persen Kasus Stunting di Garut Disebabkan Kemiskinan

Terkait dari mana karung-karung tersebut, ia menyebut, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari warga sekitar terkait asal usul karung-karung tersebut.

"Hal itu dilakukan karena di sekitar Desa Tagogapu dan Cempakamekar tidak terdapat pabrik tekstil," sebutnya.

Ia menuturkan, dari hasil penyelidikan di lapangan ternyata karung-karung yang berisi zat warna merah yang mencemari sungai Cimeta itu sudah lebih dari setahun berada di pinggir sungai tersebut.
 
Baca Juga: Hoon U KISS dan Hwang Ji Seon Eks Girl's Day Menikah

Kemudian, sambung dia, ada warga yang menjadikan karung itu sebagai tanggul untuk menahan luapan air.

"Tadinya karung itu buat tanggul air penahan supaya tidak banjir ketika hujan besar. Namun orang itu sepertinya tidak mengira bahwa karung tersebut berisi zat pewarna, yang kena air langsung mencair hingga memerahkan sungai Cimeta," tuturnya.

Kendati demikian, sambung dia, pihaknya juga belum bisa memastikan zat kimia yang menyebabkan air menjadi berwarna merah tersebut karena masih dilakukan penelitian.
 
Baca Juga: Dorong Masyarakat Optimalkan Era Digital, Samsung Hadirkan Ponsel Canggih Harga Pas di Tengah Pandemi

"Kandungan zat pewarnanya masih diuji, yang jelas perubahan warnanya hanya kemarin saja, sekarang air sungai Cimeta sudah kembali normal," pungkasnya. *** (agus satia negara).
 
 
 


Editor : inilahkoran