Ustaz Haikal Hazan: Disability Thinking
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Haikal Hassan Baras mengatakan apabila ada yang mengubungkan ormas Front Pembela Islam (FPI) dengan pemberontakan zaman dahulu maka hal tersebut dinilai sebagai sebuah kecacatan berpikir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Haikal Hassan Baras mengatakan apabila ada yang mengubungkan ormas Front Pembela Islam (FPI) dengan pemberontakan zaman dahulu maka hal tersebut dinilai sebagai sebuah kecacatan berpikir.
"Kalau ada org yg menghubungkan FPI dg pemberontakan jaman dulu, Ini disebut disability thinking," cuit akun Twitter @haikal_hassan, dikutip Kamis (5/12/2019).
Dia juga menilai perbandingan ormas FPI dengan pemberontakan zaman dahulu juga bagian dari cacat perbandingan dan tak mengerti sejarah.
"Selain cacat perbandingan, gak paham sejarah, gak ngerti situasi, dipenuhi benci, gak paham undang2 dan menginjak2 hukum," tulisnya.
Seperti diketahui, pro kontra perpanjangan FPI masih terus bergulir. Salah satu yang ikut menanggapi hal tersebut, adalah Tokoh Nasional, Hendropriyono. Dia menilai pemerintah terkesan lunak pada FPI.
Padahal dalam sejarah pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah Indonesia dari tahun 1949 hingga tahun 1962, dengan tujuan mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan hukum syariah, kala itu dipimpin olen Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pernah ditumpas oleh pemerintah.
"Kartosuwiryo yang sangat besar saja kita berhasil tumpas, masa sama FPI yang kecil kita malah tunduk," kata Hendropriyono. [rok]
Editor : Bsafaat

