UTama Implementasikan MBKM dengan Universitas Teknokrat Indonesia Bandar Lampung

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui pertukaran pelajar antara UTama dan Universitas Teknokrat Indonesia.

UTama Implementasikan MBKM dengan Universitas Teknokrat Indonesia Bandar Lampung
Tangkapan layar Zoom Meeting saat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kegiatan pertukaran pelajar antara Universitas Widyatama dan Universitas Teknokrat Indonesia Bandar Lampung.

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Prodi Bahasa Inggris Fakultas Bahasa Universitas Widyatama (UTama) Ervina M. Simatupang mengatakan, Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kegiatan pertukaran pelajar dengan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, Universitas Teknokrat Indonesia Bandar Lampung, secara virtual.

“Kami yang akan transfer kredit sebanyak 30 mahasiswa (UTama). Sedangkan 30 mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia melakukan perkuliahan di kami (UTama). Sampai saat ini sudah dilakukan tiga kali pertemuan secara virtual,” kata Kepala Prodi Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, UTama, Ervina M. Simatupang, Senin 20 September 2021.

Ervina M. Simatupang menjelaskan bahwa program pertukaran pelajar itu merupakan kali pertama diselenggarakan oleh Prodi Bahasa Inggris. Mungkin setelah kerja sama dengan Universitas Teknokrat Indonesia, pihaknya akan mengimplementasikan kerja sama dengan kampus di mancanegara.

Baca Juga: Universitas Widyatama Buka Prodi S1 Perdagangan Internasional

"Mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu English for Advertisement dan English for News Reporting,” kata Ervina M. Simatupang.

Selain itu, mahasiswa UTama melaksanakan transfer kredit mengambil mata kuliah pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dan Perfilman, karena di Program Studi Bahasa Inggris tidak ada mata kuliah tersebut.

Hal tersebut dilakukan untuk mengenal budaya pembelajaran di kampus yang berbeda. Tetapi pada intinya setiap kampus membekali para mahasiswa agar lulusannya mudah diserap di dunia kerja.

Baca Juga: Gelar Career Day Daring Terlama, Universitas Widyatama Pecahkan Rekor Muri

“Keilmuan, program BIPA sesuatu yang penting apalagi di era globalisasi. Kebutuhan Bahasa Indonesia sudah sangat diminati oleh banyak negara. Bahkan mengirimkan guru untuk bekerja di luar negeri, makanya ketika lulus nanti mereka akan memiliki nilai tambah,” kata Ervina.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat, Akhyar Rido, menyambut baik kegiatan tersebut, karena memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menambah wawasan.

"Program itu sangat bagus, karena mahasiswa bisa mengambil mata kuliah yang tidak ada di Prodi Bahasa Inggris dan kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa," pungkasnya. (okky adiana).***


Editor : inilahkoran