VAR Hadir di Liga 2 Musim Depan: Teknologi Lebih Sederhana Namun Standar Asia
Video Assistant Referee (VAR) akan mulai digunakan di Liga 2 Indonesia pada musim depan. Namun berbeda dari yang diterapkan di Liga 1, sistem VAR yang akan digunakan di kasta kedua kompetisi sepak bola nasional itu menggunakan teknologi yang lebih sederhana, meskipun tetap memenuhi standar internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Video Assistant Referee (VAR) akan mulai digunakan di Liga 2 Indonesia pada Musim Depan. Namun berbeda dari yang diterapkan di Liga 1, sistem VAR yang akan digunakan di kasta kedua kompetisi sepak bola nasional itu menggunakan teknologi yang lebih sederhana, meskipun tetap memenuhi standar internasional.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Asep Saputra, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PT LIB, Senayan, Jakarta Selatan.
"Soal VAR Liga 2, sejauh mana kesiapannya, tadi sempat disebut ada sistem baru, jadi memang di Liga 1 kita ada sistem Hawk-Eye Innovations, lalu untuk Liga 2 besok agak berbeda, tapi ini memang sudah standar karena sistemnya sama kayak Piala Asia U-17 dan U-20 kemarin,” ujar Asep Saputra yang juga menjabat sebagai VAR Project Leader, seperti dikutip dari ANTARA.
Meskipun teknologinya tidak semewah Liga 1, Asep menjamin bahwa kualitas dan fungsi dari VAR di Liga 2 tetap sesuai regulasi yang ditetapkan oleh federasi sepak bola Asia dan dunia.
Sistem ini dinilai cukup memadai untuk kebutuhan kompetisi Liga 2 yang memiliki tantangan tersendiri dalam hal infrastruktur dan kesiapan stadion.
“Ini juga ada pertanyaan, apa mungkin VAR ada di Liga 2? Mereka mempertanyakan kaitannya dengan insfrastruktur, stadion dan lain-lain. Memang untuk di Liga 2 tidak seperti di Liga 1, tetapi secara teknisnya VAR itu minimal ada empat atau enam kamera. Besok tim-tim di Liga 2 menyesuaikan,” jelas Asep.
Penerapan teknologi canggih dalam kompetisi tentu harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Oleh karena itu, PSSI bersama PT LIB telah menyelenggarakan pelatihan VAR tahap ketiga pada 15 April hingga 18 Mei 2025, yang berlangsung di ASIOP Training Ground, Sentul, Bogor.
Sebanyak 73 peserta yang terdiri dari 37 wasit dan 36 asisten wasit ikut serta dalam pelatihan ini. Tak hanya itu, pelatihan juga melibatkan pengembangan peran penting dalam sistem VAR seperti Replay Operator (RO) dan Technical Ground (TG).
Sebagai langkah final pengujian alat, PT LIB melakukan simulasi dan tes sistem VAR Liga 2 dalam laga uji coba antara Dewa United melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, pada pekan lalu.
Dalam laga tersebut, meskipun sistem VAR utama yang berjalan adalah milik Liga 1, alat untuk Liga 2 juga diuji dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
“Sebetulnya pada saat laga Dewa lawan Persita di Pakansari, kita sudah melakukan tes. Waktu itu memang yang berjalan memang alat Liga 1, tapi yang buat Liga 2 kita buat testing juga. Alhamdulillah kalau soal teknis gak kalah, bahkan ada beberapa poin justru lebih simple,” ungkap Asep.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


