Viral Curhatan Warga Lumajang, Perseteruan Tetangga Berujung Adu Sound System
perempuan tersebut membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat berhadapan dengan tetangganya yang dinilai kerap memicu konflik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Media sosial kembali diramaikan oleh curhatan seorang warga Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Melalui akun TikTok @_mtchalatte7, perempuan tersebut membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat berhadapan dengan tetangganya yang dinilai kerap memicu konflik.
Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa persoalan bermula dari tindakan tetangga yang diduga sengaja membuang sampah di depan rumahnya. Namun, konflik itu tak berhenti di situ dan justru berkembang menjadi perseteruan yang tak lazim, yakni saling adu keras suara sound system.
Pemilik akun menuturkan, setiap kali ia memutar musik untuk menghibur diri, tetangganya selalu membalas dengan menyetel musik yang lebih kencang, seolah tidak mau kalah. Hal tersebut ia sampaikan saat menanggapi komentar warganet di kolom diskusi.
“Aku kalau setel musik, orangnya ikut setel musik juga, jadi adu sound,” tulisnya.
Tak hanya menghadapi gangguan kebisingan, tekanan psikologis juga dirasakan korban. Ia mengaku kerap menjadi bahan perbincangan tetangga terkait urusan pribadinya, khususnya soal status belum menikah. Padahal, menurutnya, usia yang masih muda dan belum bertemu pasangan hidup bukanlah sesuatu yang patut dipermasalahkan.
Ia menyampaikan rasa sedih karena sering mendapat komentar bernada menyudutkan, seolah-olah ada kewajiban untuk segera menikah.
Curhatan tersebut pun memicu beragam reaksi dari warganet. Meski ada sebagian netizen yang menilai persoalan ini sebaiknya dilihat dari dua sisi, pemilik akun dengan terbuka mengakui bahwa dirinya juga tidak luput dari kesalahan.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan membagikan cerita ini bukan untuk mencari pembenaran atau memperkeruh suasana, melainkan menyuarakan keinginannya untuk hidup damai tanpa konflik berkepanjangan.
“Intinya saya juga ingin damai, hidup tenang, tidak terus-terusan diajak berantem,” tegasnya.
Editor : Firda Rachmawati

