Viral Daftar Perusahaan di Papua Selatan Terdeteksi Hotspot Karhutla

Unggahan di media sosial beberkan daftar perusahaan di Papua Selatan yang terdeteksi titik panas (hotspot) karhutla, termasuk di kawasan PSN Merauke.

Viral Daftar Perusahaan di Papua Selatan Terdeteksi Hotspot Karhutla
Viral Daftar Perusahaan di Papua Selatan Terdeteksi Hotspot Karhutla

INILAHKORAN.ID - Sebuah unggahan di platform media sosial Threads dari akun haloakuaaldi mendadak viral usai membeberkan deretan nama perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua Selatan beserta jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di area konsesi mereka.  

​Pemilik akun mengawali unggahannya dengan imbauan kewaspadaan serta secara terbuka merinci daftar entitas bisnis, baik yang berada di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pangan dan Energi Merauke maupun pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Papua Selatan.  

​Titik Panas di Kawasan PSN Pangan dan Energi Merauke

​Berdasarkan rincian yang diunggah, beberapa perusahaan di kawasan PSN Pangan dan Energi Merauke terdeteksi memiliki sebaran titik panas:  

​PT Global Papua Abadi: Terdeteksi sebanyak 57 hotspot.  

​PT Murni Nusantara Mandiri: Terdeteksi sebanyak 40 hotspot.  

​PT Andalan Manis Nusantara: Terdeteksi sebanyak 23 hotspot.  

​PT Semesta Gula Nusantara: Terdeteksi sebanyak 10 hotspot.  

​PT Sejahtera Gula Nusantara: Terdeteksi sebanyak 2 hotspot.  

​PT Agrindo Gula Nusantara: Terdeteksi sebanyak 1 hotspot.  

​Titik Panas pada Perusahaan Pemegang Konsesi Kehutanan (PBPH)

​Selain kawasan PSN, data tersebut juga mencatat titik panas di wilayah kerja pemegang PBPH di Papua Selatan:  

​PT Plasma Nutfah Marind Papua: 17 hotspot.  

​PT Selaras Inti Semesta: 17 hotspot.  

​PT Wanatirta Ediwibowo: 12 hotspot.  

​PT Tunas Sawaerma: 7 hotspot.  

​PT Damai Setiatama Tbr: 3 hotspot.  

​PT Sagindo Sari Lestari II: 3 hotspot.  

​PT Wanamulia Sukses Sejati Unit I & II: 2 hotspot.  

​PT Artika Optima Inti Unit IV: 1 hotspot.  

​PT Bade Makmur Orissa: 1 hotspot.  

​PT Merauke Rayon Jaya: 1 hotspot.  

​PT Wanamulia Sukses Sejati Unit III: 1 hotspot.  

​Sebut Grup Usaha Besar

​Dalam utas kelanjutannya, pengunggah juga menyoroti keterkaitan grup-grup perusahaan besar. Disebutkan bahwa First Resources mencatatkan akumulasi total 90 hotspot melalui afiliasinya pada entitas energy estate. Sementara Wilmar International tercatat memiliki akumulasi 43 hotspot. Pengunggah juga menyebutkan nama grup usaha lain seperti Jhonlin Group dan Sinar Mas, meski menyatakan angka pasti hotspot khusus anak perusahaannya di Papua Selatan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari sumber yang tersedia.  

​Unggahan ini langsung memicu respons hangat dari warganet yang menyuarakan dorongan agar pihak berwenang segera melakukan investigasi dan tindakan tegas terhadap potensi karhutla di wilayah Indonesia Timur. 


Editor : Firda Rachmawati