Curiga Perusahaan Asing jadi Penyebab Karhutla di Kalimantan, Prabowo: Tanggung Jawab
Presiden Prabowo sebut mencurigai beberapa perusahaan asing yang jadi penyebab karhutla di Kalimantan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sampai hari ini, Senin, 26 Oktober 2026, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan masih terjadi dan belum juga padam.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap kecurigaannya terhadap sejumlah Perusahaan Asing yang menerima konsesi dan mengantongi izin usaha di Indonesia.
Di mana perusahaan asing tersebut terindikasi ikut menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Di hadapan sejumlah pemimpin daerah dan pejabat negara, Prabowo menyebut ada perusahaan-perusahaan yang ditemukan telah melanggar aturan hingga 19 kali.
"Ternyata, ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab," kata Prabowo.
"Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali, empat kali, melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali. Ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya, sudah tidak usah lagilah. Kalau dua kali melanggar, cabut saja (izinnya)," tutur Presiden.
Meski demikian, Presiden Prabowo belum ingin menyebutkan nama-nama perusahaan yang terindikasi ikut menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Nanti, pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu," ungkap Presiden Prabowo Subianto.
Presiden juga merespons cemooh yang diberikan beberapa pihak dari negara-negara lain terhadap pemerintah, terutama terkait dengan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.
"Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini," kata Prabowo.
"Tetapi, kita cool saja. Kita tenang. Kita bertanggung jawab. Kita sudah cukup besar pengarahan TNI, Polisi, pemda bekerja setengah mati. Saudara saksi. Saudara di paling depan bupati, gubernur. Itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya," tambahnya.***
Editor : Irma Nurfajri
