Viral Moge Harley Antre Pertalite Saat Harga Pertamax Naik, Ternyata Ini Alasannya

Sebuah video memperlihatkan motor gede Harley-Davidson ikut mengantre Pertalite di SPBU. Warganet pun langsung memberikan edukasi soal kompresi mesin.

Viral Moge Harley Antre Pertalite Saat Harga Pertamax Naik, Ternyata Ini Alasannya
Viral Moge Harley Antre Pertalite Saat Harga Pertamax Naik, Ternyata Ini Alasannya

INILAHKORAN.ID - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax belakangan ini memicu berbagai fenomena unik di tengah masyarakat. 

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah sebuah unggahan viral di media sosial yang memperlihatkan motor gede (moge) mewah berjenis Harley Davidson kedapatan ikut mengantre di jalur BBM bersubsidi, Pertalite.

​Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh akun @alfiandi_akbar pada platform media sosial Threads. 

Dalam foto yang diunggahnya, tampak motor gede bernilai ratusan juta rupiah tersebut berada satu barisan dengan motor-motor berkapasitas mesin kecil dan pengemudi ojek online di dispencer Pertalite.

"Semua pada kabur pake Pertalite. Harley aja ke Pertalite ????," tulis akun pengunggah dalam takarirnya, yang menyiratkan asumsi bahwa pemilik moge tersebut sengaja "turun kelas" demi menghemat pengeluaran akibat lonjakan harga Pertamax.

​Bukan Karena Pelit, Warganet Bongkar Fakta Kompresi Mesin

​Alih-alih mendapat hujatan atau cibiran dari netizen karena dianggap merebut hak pengguna bensin subsidi, kolom komentar unggahan tersebut justru dibanjiri oleh edukasi otomotif dari warganet yang paham mesin.

​Banyak netizen yang meluruskan miskonsepsi bahwa semua kendaraan mahal atau berkapasitas mesin (cc) besar wajib menggunakan BBM dengan nomor oktan (RON) tinggi seperti Pertamax atau Pertamax Turbo.

​Berdasarkan kolom komentar di unggahan tersebut, akun @antiozonemlbb memberikan penjelasan teknis yang disukai ribuan pengguna lain:

"Please kalo lihat kendaraan jangan dr cc kendaraan..tp kompresi mesin nya kudu tau jg..gak semua cc besar harus pertamax..kompresi nya tolong dilihat jg," tulisnya.

​Penjelasan tersebut diperkuat oleh pengguna lain yang mengidentifikasi jenis mesin moge asal Amerika Serikat tersebut. Banyak jenis Harley-Davidson, terutama model klasik atau mesin generasi tertentu, yang memang dirancang dengan rasio kompresi rendah.

"Harley lama emang harusnya Pertalite mas, kompresi rendah," sahut akun @cadburymilk69.

"Sebenarnya premium, tapi karena premium sudah hilang di pasaran diganti yang mendekati yaitu Pertalite," tambah akun @laffey.chan_.

"LAH? HARLEY EMANG DI KHUSUSKAN PAKE RON KECIL BANG WKWKWKWK," timpal @sandyibrhmm.

"Harley twin cam/rushmore itu mas emang Pertalite," jelas @davidalfasunarna secara lebih spesifik menunjuk jenis mesin.

​Mengapa Moge Kompresi Rendah Tidak Cocok Pakai Pertamax?

​Secara teknis, memaksakan BBM beroktan tinggi (seperti RON 92 ke atas) pada mesin dengan rasio kompresi rendah (di bawah 9:1 atau 10:1) justru dapat merugikan performa kendaraan itu sendiri.

​Bahan bakar RON tinggi membutuhkan tekanan dan suhu yang lebih tinggi untuk dapat terbakar dengan sempurna. Jika dikonsumsi oleh mesin kompresi rendah, bensin tidak akan terbakar habis (tidak meledak pada waktu yang tepat), sehingga menyebabkan gejala fuel dilution, penumpukan kerak karbon, hingga penurunan performa mesin yang sering disebut ngandat atau brebet.


Editor : Firda Rachmawati