Ini Cerita tentang Bayi Viral Bernama “Alhamdulillah Rejeki Hari Ini”

Viral nama seorang bayi berusia lima bulan di Ngampilan, Kota Yogyakarta. Bayi tersebut memiliki nama lengkap Alhamdulillah Rejeki Hari Ini.

Ini Cerita tentang Bayi Viral Bernama “Alhamdulillah Rejeki Hari Ini”
Bayi Alhamdulillah rejeki Hari ini dan sang ayah. Foto: Kumparan

Viral nama seorang bayi berusia lima bulan di Ngampilan, Kota Yogyakarta. Bayi tersebut memiliki nama lengkap Alhamdulillah Rejeki Hari Ini.

Nama putra dari Didit Saputro (39) dan Meidiana (35) tersebut viral. Kartu Identitas Anak (KIA) yang dimiliki sang bayi pun tersebar di jejaring media sosial.

Inilah sekelumit fakta tentang bayi dengan nama yang viral itu:

Namanya nyata ada

Nama Alhamdulillah Rejeki Hari Ini yang viral itu memang terbilang unik sehingga tak sedikit warganet yang menganggap nama tersebut hanya lelucon atau tipuan semata.

Namun, dikutip dari Suara Jogja, Disdukcapil Kota Yogyakarta membenarkan adanya balita bernama Alhamdulillah Rejeki Hari Ini tersebut.

Cerita dibalik nama bayi yang viral itu

Ayah sang bayi, seperti dikutip dari Kumparan, menjelaskan mengapa dirinya memberi nama yang sangat unik tersebut. Didit bertutur jika nama Alhamdulillah Rejeki Hari Ini merupakan manifestasi dari rasa bersyukurnya kepada Allah SWT.

“Saya pernah menjadi manusia yang tidak memiliki rasa syukur terhadap sang Pencipta,” ujar Didit membuka cerita, Senin (3/2/2020)

Dulu, cerita Didit, dirinya adalah fotografer freelance yang bergelimang dengan harta. Penghasilan yang cukup besar ia peroleh dari fee fotografer corporate yang melayani perusahaan-perusahaan yang ingin membuat iklan ataupun dokumentasi untuk kepentingan publikasi perusahaan mereka.

Titik nadir kehidupannya pun terjadi di tahun 2014. Sekitar bulan Juni dirinya diberi ‘ganjaran’ Yang Maha Kuasa sakit stroke.

Tangan dan kaki kirinya sulit untuk bergerak ketika diajak untuk beraktivitas, sehingga hal tersebut membuatnya kesulitan menjalankan profesinya sebagai seorang fotografer.

Di tengah kesulitan menjalankan profesinya sebagai fotografer karena sakit stroke tersebut, tiba-tiba ada pemuda asal Bali yang meminta untuk diajari secara privat tentang fotografi. Kesepakatanpun dicapai di mana dirinya akan tinggal selama sepekan di Bali untuk mengajari fotografi kepada pemuda tersebut.

Saat itu, Didit mengaku mematok harga yang cukup besar yaitu sebesar Rp30 juta di luar akomodasi dan makan. Pada awal mematok harga tersebut, ia beranggapan jika pemuda asal Bali tersebut berasal dari Keluarga kaya dan mampu. Namun ketika ia sampai ke Bali, barulah dirinya tahu bahwa pemuda tersebut tak seperti dugaannya.

“Ternyata dia itu membayar saya dengan menggadaikan sertifikat tanah milik orangtuanya,” cerita Didit (islampos)


Editor : JakaPermana