Viral! Vendor Roti Bongkar Dugaan Manipulasi Nota Anggaran Program MBG
Viral dugaan manipulasi yang dilakukan oleh SPPG Serang, dibongkar vendor roti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah unggahan di media sosial Threads mendadak viral setelah seorang vendor roti membongkar dugaan praktik culas terkait anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dibagikan, vendor tersebut mengaku diminta untuk memanipulasi nota pembelian atau melakukan mark up harga komoditas roti.
Berdasarkan informasi dari unggahan akun Threads @spidolls, dugaan manipulasi ini terungkap saat pihak pembeli yang diduga terkait dengan pengadaan program tersebut mencoba menegosiasikan harga di luar kewajaran.
Kronologi Dugaan Manipulasi Nota Anggaran MBG
Menurut pengakuan akun @spidolls, peristiwa tersebut bermula pada tanggal 9 April ketika pihak pemesan berniat membeli roti dalam jumlah besar (sekitar 1.800 pcs). Harga asli roti yang diproduksi oleh vendor tersebut adalah Rp3.000 per buah.
Namun, pihak pembeli justru meminta harga ditekan drastis menjadi Rp1.500 per buah dengan meminta vendor menurunkan kualitas ukurannya, sekaligus menggunakan bahan-bahan murah seperti tepung dan susu curah.
Hal yang paling mengejutkan adalah pihak pembeli mendesak agar nominal yang tertera pada nota fisik/kuitansi tetap ditulis sebesar Rp3.000, meskipun uang yang dibayarkan hanya Rp1.500 per buah.
"Akhirnya ngebuktiin sendiri kalo MBG ini lahan basah ???? Tanggal 9 April diminta kasih harga roti 1.500 padahal harga aslinya 3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000," tulis akun @spidolls dalam unggahannya.
Vendor roti tersebut secara tegas menolak permintaan tersebut. Selain karena harga bahan baku yang sedang melonjak, pihak vendor mengaku tidak tega memberikan makanan dengan kualitas rendah atau bahan curah di bawah standar untuk dikonsumsi oleh anak-anak kelak.
Setelah penolakan tersebut disampaikan, pihak pemesan sempat menarik kembali (unsend) pesan-pesan negosiasi mereka di WhatsApp. Namun, upaya negosiasi serupa dikabarkan kembali terjadi pada malam berikutnya.
Unggahan yang memperlihatkan potongan chat dengan keterangan instansi "SPPG Serang" ini langsung memicu reaksi keras dan kecaman dari netizen.
Banyak yang menyayangkan adanya oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi dari program pemenuhan gizi anak sekolah.
Menanggapi ramainya sorotan publik, akun @spidolls memberikan pembaruan terkini bahwa dirinya memilih untuk tidak membeberkan secara detail identitas instansi atau oknum yang bersangkutan ke publik terlebih dahulu.
Hal ini dikarenakan kasus dugaan manipulasi anggaran tersebut kini telah resmi dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
"Hai teman-teman, maaf ya aku belum bisa spill SPPG-nya. Untuk saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang, jadi kita tunggu update selanjutnya aja," ungkap @spidolls dalam kolom komentar unggahannya.
Editor : Firda Rachmawati

