Viral Video Diduga Pesta LGBT Hebohkan Cirebon, Publik Desak Aparat Bertindak

Jagat media sosial di Cirebon mendadak heboh. Sebuah video yang diduga menampilkan pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam beredar luas di media sosial

Viral Video  Diduga Pesta LGBT Hebohkan Cirebon, Publik Desak Aparat Bertindak
Video diduga pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam di Cirebon viral di media sosial dan mendapat berbagai respon dari warganet.

INILAHKORAN.ID - Jagat media sosial di Cirebon mendadak heboh. Sebuah video yang diduga menampilkan pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam beredar luas di media sosial dan memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat. 

Tayangan diduga pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam di Cirebon itu menyebar cepat, memantik perdebatan, kecaman, sekaligus desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

Dalam rekaman berdurasi singkat yang viral sejak dua hari terakhir, terlihat sejumlah pria berjoget mengikuti alunan musik keras. Beberapa adegan dinilai tidak pantas untuk konsumsi publik. Dua pasangan sesama jenis tampak menari di atas panggung, Sementara sejumlah lainnya terlihat mengenakan pakaian dalam wanita.

Data interaksi di media sosial menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap video tersebut. Hingga Kamis 22 Januari 2026, unggahan itu tercatat meraih 6.837 like, 708 komentar, disimpan sebanyak 883 kali, serta dibagikan hingga 22,8 ribu kali.

Angka tersebut terus bertambah seiring derasnya arus perbincangan warganet.
Sorotan kian tajam setelah beredar pula materi promosi acara yang diduga berkaitan dengan aktivitas dalam video tersebut. Dalam materi promosi itu, tampak dua pria hanya mengenakan pakaian dalam wanita, yang kemudian menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.

Tokoh Kabupaten Cirebon sekaligus pengamat hukum, Qoribullah menyampaikan keprihatinannya atas dugaan pesta LGBT itu. Menurutnya, Cirebon selama ini dikenal sebagai daerah yang lekat dengan nilai religius dan kearifan lokal.

"Saya sangat terkejut dan prihatin jika benar peristiwa ini terjadi di Kabupaten Cirebon. Pemerintah daerah seharusnya lebih peka, jangan sampai nilai-nilai religius yang melekat pada Cirebon hanya menjadi slogan semata, " ujar Qorib, Kamis 22 Januari 2026.

Dia menilai, hingga kini belum terlihat sikap tegas dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, kondisi yang dikhawatirkan dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

"Jika dibiarkan, ini berpotensi memicu keresahan dan gejolak. Aparat dan pemerintah harus segera bertindak agar tidak berkembang menjadi konflik sosial," ungkapnya.

Qorib mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran video dan materi promosi yang beredar, sekaligus menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, ia juga mengajak tokoh agama, ulama, kiai, serta pimpinan pondok pesantren untuk ikut bersuara dan berperan aktif menjaga nilai sosial serta kearifan lokal di Kabupaten Cirebon.

"Tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat, demi menjaga kondusivitas daerah,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah terkait keaslian video maupun dugaan aktivitas yang dipersoalkan publik. Masyarakat pun masih menanti langkah nyata aparat dalam merespons kegelisahan yang terus mengemuka. 


Editor : Ahmad Sayuti