Virus Corona Obok-obok PTM 100 Persen, Sejumlah Siswa Terkonfirmasi Terpapar
Pelaksanaan PTM 100 persen di Jawa Barat terganjal serangan virus Covid 19 yang telah mengobok-obok beberapa sekolah di Jawa Barat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung,- Virus ganas Covid 19 atau Corona mengobok-obok pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen daerah-daerah di Jawa Barat. Sejumlah sekolah pun mengkonfirmasi siswanya positif terpapar.
Data yang berhasil dihimpun inilahkoran.id, sejumlah daerah di Jawa Barat pun bahkan mulai mengambil sikap terkait serangan Covid 19 yang mengobok-obok dan mengganggu PTM 100 persen.
Terkait serangan Covid 19 ke sekolah, beberapa daerah bahkan sudah memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan PTM 100 persen dan kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ)
Baca Juga: Kalahkan Suriah, Korea Selatan Lolos ke Putaran Final Piala Dunia Zona Asia
Serangan virus Corona mengguncang pelaksanaan PTM 100 persen di sejumlah daerah di Jabar mulai dari Kota Bandung, Bogor, Depok, Cimahi termasuk juga Kota dan Kabupaten Cirebon.
Di Kota Bandung misalnya, hingga tanggal 28 Januari tercatat sudah 14 orang di sekolah dipastikan terkonfirmasi positif Covid-19. Temuan tersebut merupakan data hasil tes acak yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Menurut data, siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bandung, kini bertambah menjadi 14 orang setelah dilakukan swab acak antigen kepada siswa dan guru di 60 sekolah terhitung 24 hingga 28 Januari kemarin.
Baca Juga: Hati-hati dalam Bergaul, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Pergaulanmu Menentukan Surgamu
Kepala seksi (Kasi) Kelembagaan dan Peserta Didik Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Risman Isnaeni mengatakan, 14 orang tersebut, satu diantaranya merupakan tenaga pendidik atau guru.
"Itu betul ada 14 orang yang positif Covid-19. Itu diantaranya 13 orang siswa dan satu orang guru," kata Risman pada Senin 31 Januari 2022.
Menurut Risman, 14 orang tersebut terdiri dari lima sekolah yang telah dilaksanakan swab acak antigen. Lima dari 60 sekolah tersebut, tiga diantaranya berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).
Baca Juga: Polisi Amankan Ribuan Knalpot Bising Diawal 2022
"Dan dua sekolah di bawah kewenangan Disdik," ucapnya.
Risman menuturkan, dari adanya hasil tersebut. Hingga saat ini terdapat tiga sekolah yang diberhentikan sementara kegiatan PTM nya dengan rincian satu sekolah di bawah Disdik dan dua sekolah di bawah Kemenag.
Risman menambahkan, sesuai dengan regulasi dan instruksi dari pemerintah pusat. Pihaknya akan langsung melakukan tracing kepada orang yang sebelumnya sempat kontak erat dengan para pasien tersebut.
Baca Juga: 2 Tahun Tinggal di Singapura, Ini Alasan Gunawan Pindah ke Tanah Air
"Jadi pasti ada tracing atau pelacakan. Mungkin tiga sampai tujuh hari ke belakang mereka yang terpapar ke mana saja dan melakukan apa saja," ujar dia.
Dengan adanya temuan ini, dikatakan Risman, bukan berarti sekolah yang didapati ada siswa atau guru terpapar Covid 19 langsung menghentikan PTM nya. Namun, harus dipastikan terlebih dahulu.
"Jadi kita harus lihat hasil presentasenya dulu sebelum mengehentikan PTM di sekolah. Apakah jumlah orang terpapar di sekolah di atas lima persen atau malah di bawah angka lima persen," jelasnya.
Baca Juga: Adu Gengsi dan Ambisi di Olimpiade Beijing 2022
Risman menambahkan, terkait rencana pelaksanaan swab acak antigen kepada siswa dan guru. Disdik Kota Bandung masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
"Jadi kita nunggu instruksi, kapan tes acak yang kedua dan ketiganya," tandasnya
Tak hanya Kota Bandung, serangan Covid-19 di sekolah juga dialami Kota dan Kabupaten Cirebon.
Baca Juga: 7 Tanda Dia Tidak Tertarik Kencan Kedua Kalinya dengan Anda
Hingga 1 Februari 2022, Kabupaten Cirebon mencatat ada 11 siswa yang dinyatakan positif Covid-19.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, mencatat sedikitnya 11 siswa dari sejumlah sekolah setempat yang menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen terkonfirmasi positif COVID-19, untuk itu dilakukan penutupan ruang kelas.
"Hari ini penambahan kasus 23, yang 11 orang di antaranya merupakan siswa dari beberapa sekolah," kata Kepala Seksi Imunisasi dan Surveilans Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dendi Hamdi, Selasa 1 Februari 2022.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Garut Rabu 2 Februari 2022
Dendi mengatakan, 11 siswa yang terpapar Covid-19 itu diketahui setelah pihaknya melakukan pengambilan sampel selama PTM 100 persen, guna memutus rantai penyebarannya.
Menurutnya, dari 11 siswa itu tidak berada di dalam satu lingkungan sekolah, namun tersebar di beberapa sekolah yang berada di Kabupaten Cirebon.
Dendi melanjutkan, untuk pembelajaran tatap muka masih dilakukan, karena positif rate berada di bawah 5 persen. "Kami hanya menutup kelas yang terdapat siswa terkonfirmasi positif COVID-19, dan dilakukan minimal 5x24 jam," tuturnya.
Baca Juga: 'Our Beloved Summer' Tamat, Kim Da Mi Ungkap Pengalaman Kerja Bareng Choi Woo Shik
Dendi memastikan, saat ini belum ada klaster sekolah, sehingga PTM masih berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
KOndisi serupa juga terjadi di Kota Cirebon. Bahkan akibat paparan Covid-19, tiga ruang kelas di SMPN 1 Kota Cirebon ditutup sementara setelah empat orang siswa dinyatakan positif
"Kita menutup tiga ruang kelas yang siswanya terpapar COVID-19," kata Wakil Kepala Sekolah Humas SMP Negeri 1 Kota Cirebon Daryo Susmanto.***
Editor : inilahkoran

