Wacana Pembangunan Ulang Al Khoziny Pakai APBN, Cak Imin: Itu Kewajiban Negara
Menurut Cak Imin, pembangunan ulang Al Khoziny pakai APBN merupakan kewajiban negara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin menegaskan pentingnya peran negara dalam menjamin keamanan dan kenyamanan proses pendidikan, termasuk di pondok pesantren.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi keputusan pemerintah untuk mendukung pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu, dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Cak Imin, bantuan dari pemerintah bukan sekadar bentuk simpati, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi penerus bangsa.
“Bagi pemerintah, yang paling penting adalah perlindungan rasa aman dan nyaman dalam belajar. Itu kewajiban dan bentuk kehadiran negara,” ujar Cak Imin dikutip Selasa (15/10).
Ia menekankan bahwa penggunaan APBN dalam kasus ini memiliki urgensi untuk mempercepat proses pemulihan serta memastikan kegiatan belajar santri dapat kembali berjalan dengan aman.
Menanggapi opini publik yang menilai bahwa pemerintah seharusnya lebih dulu memprioritaskan aspek hukum terkait dugaan kelalaian pihak tertentu, Cak Imin menjelaskan bahwa penegakan hukum tetap berjalan seiring dengan penanganan kemanusiaan.
“Kalau ada unsur kelalaian, biar proses hukum berjalan. Tapi santri-santri kita harus segera mendapat perlindungan agar tetap bisa belajar. Itu makna kehadiran negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cak Imin juga menyoroti bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang selama ini jarang tersentuh bantuan pemerintah, padahal memiliki kontribusi besar bagi pembentukan karakter bangsa.
“Perlu dicatat, pesantren adalah lembaga terbanyak yang tidak menerima bantuan dari pemerintah. Karena itu, saat mereka butuh, negara harus hadir,” ungkapnya.
Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pesantren yang telah menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Cak Imin menilai, nilai-nilai swadaya dan gotong royong yang melekat pada pesantren adalah kekuatan yang harus dijaga oleh negara.
“Pesantren tumbuh dari inisiatif masyarakat. Pemerintah hadir untuk menjaga dan mengawasi agar hal serupa tidak terulang, bukan untuk menghilangkan kemandirian pesantren,” tambahnya.
Dengan demikian, menurut Cak Imin, langkah pemerintah membantu pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny bukan semata-mata soal bantuan fisik, melainkan juga bentuk komitmen terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan dan keselamatan santri di seluruh Indonesia.
Editor : Firda Rachmawati

