INILAH, Bandung-Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum diminta mengklarifikasi terkait deklarasi dukungan untuk Jokowi-Maruf Amin yang berlangsung pada sebuah pesantren di Tasikmalaya. Kegiatan kampanye tersebut diduga menggunakan sarana pemerintah.
Imam Budi Hartono Tim media Paslon Nomer Urut 02 Prabowo-Sandi menilai, masyarakat membutuhkan keterangan yang jelas. Terlebih, menurut informasi yang dia dapatkan, undangan acara di sebuah pesantren itu menyebut untuk sosialisasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun ujung-ujungnya adalah deklarasi dukungan Pasangan Calon (Paslon) Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 1 Jokowi-Ma’ruf.
"Kami meminta kepada Wagub Jabar agar memberikan klarifikasi. Karena ada dugaan pelanggaran pemilu yaitu tidak ada izin kampanye dan menggunakan sarana pemerintah untuk kampanye," ucapnya saat dihubungi, Sabtu (9/2/2019).
Selain itu, anggota Fraksi PKS DPRD Jabar ini pun meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar pro aktif untuk menindaklanjuti hal ini untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.
Dari informaai yang berhasil dihimpun, para ulama dan santri asal Kota Tasikmalaya, mendeklarasikan dukungannya kepada calon presiden nomor urut satu Joko Widodo-Maruf Amin, di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Paseh, Kota Tasikmalaya, Selasa (5/2/2019).
Deklarasi dipimpin langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, KH Abdul Aziz Affandi, bersama Panglima Santri Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya Budi Budiman. Uu yang juga disapuk sebagai Panglima Santri Jawa Barat mengaku kalau deklarasi yang diikuti oleh sekitar 500 ulama di Kota Tasikmalaya tersebut sebagai perjuangan memenangkan Jokowi-Amin.
Deklarasi dukungan ratusan ulama ini telah menambah keyakinan pihaknya untuk mampu memenangkan kembali Pilpres tahun ini.
"Ini ada 500 ulama di Tasikmalaya yang hadir di deklarasi. Meskipun ulama ini tak seluruhnya hadir karena di Tasikmalaya jumlahnya banyak. Ini menjadi keyakinan kami bertambah untuk memenangkan Jokowi-Amin," kata Uu.
Pada deklarasi tersebut, diwarnai insiden teriakan dukungan yang diduga ditujukan kepada Prabowo Subianto sebagai kubu lawan Jokowi di Pilpres 2019. Bahkan, ketika acara pembacaan deklarasi selesai, spanduk bertuliskan 'Deklarasi Ulama Se-Kota Tasikmalaya Mendukung Ir. H. Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin' diturunkan sejumlah orang.
Selepas deklarasi, spanduk bertuliskan dukungan terhadap Prabowo-Sandi nampak terpasang di pesantren. Bahkan, tertulis jelas bahwa "Sulalatul Huda" mendukung Prabowo-Sandi dengan foto Prabowo-Sandi mengatasnamakan Relawan.
Ketua PCNU Kota Tasikmalaya yang juga Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Ate Musodiq memaklumi insiden tersebut. Dalam demokrasi kerap ada perbedaan dukungan meski dalam satu pesantren.
"Ya wajar saja kalau ada yang beda. Yang disayangkan ada pihak seolah mengganggu acara. Tapi saya paham kondisinya, termasuk memaklumi," kata Kiai Ate.