Wagub Uu Dipolisikan, Ini Harapan Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap pembagian tugas bersama Wakil Gubernur Jabar UU Ruhazanul Ulum dalam membangun Jabar tetap lancar. Itu dikatakan menyusul dugaan kasus penipuan yang melibatkan wakilnya tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap pembagian tugas bersama Wakil Gubernur Jabar UU Ruhazanul Ulum dalam membangun Jabar tetap lancar. Itu dikatakan menyusul dugaan kasus penipuan yang melibatkan wakilnya tersebut.
Ridwan Kamil menilai tugas Uu dalam membangun Jabar cukup berat. Karena itu, dia enggan ada persoalan hukum yang mengganggu konsentrasi Uu dalam berkinerja dan mengemban tugas sebagai Wagub Jabar.
“Mudah-mudahan tidak mengganggu konsentrasi sebagai kedinasan,” ujar Ridwan Kamil.
Karena itu, dia berharap, perkara hukum yang melibatkan Uu dapat segera tuntas dan diselesaikan sesuai koridor hukum berlaku. Hal tersebut demi maksimalnya pembangunan di Provinsi Jabar.
“Jadi mudah-mudahan semua bisa clear, saya harapkan yang terbaik dari situasi ini,” ucapnya.
Kendati demikian, Gubernur karib disapa Emil ini mengaku belum berkomunikasi langsung dengan Uu mengenai kasus hukum yang kini berproses di Polda Jabar tersebut.
“Belum komunikasi. Baru baca berita saja,” pungkasnya.
Diketahui, Uu dilaporkan seorang kontraktor bernama Budi Santoso ke Polda Jabar pada 2018. Kasusnya sempat dihentikan penyidik karena tak memiliki bukti kuat. Namun Budi kembali mendatangi Polda Jabar dengan membawa bukti-bukti baru.
Dugaan penipuan ini berawal saat dia ditunjuk langsung Uu, yang pada 2017 masih berstatus Bupati Tasikmalaya. Budi diberi surat keterangan Bupati Tasikmalaya untuk merenovasi 13 proyek di Kabupaten Tasikmalaya.
Proyek itu terdiri atas renovasi Masjid Agung Baiturrahman, renovasi islamic center, kantor Yayasan Ar-Ruzhan, rest area di Gentong, landmark bertulisan 'Allah Maha Besar' di Jalan Ciawi, hingga rumah tinggal pribadi.
"Total ada 13 proyek pemerintah dan enam proyek swasta pribadi Pak Uu. Kebetulan saya arsitek, jadi kami mendesain semua detail engineering design (DED), gambarnya sudah lengkap dan produknya mereka terima, tapi tak ada satu pun yang dibayar. Nilainya Rp 3,9 miliar," ujar Budi. (Rianto Nurdiansyah).
Editor : Bsafaat

