Waketum PPP Rusli Effendi Kritik Tajam Romahurmuziy: Menawarkan Kursi Ketua Umum kepada Pihak Eksternal Dinilai Tidak Etis
Dinamika politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), terkait pernyataan tajam Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP, Rusli Effendi, menjadi sorotan publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Dinamika politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), terkait pernyataan tajam Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP, Rusli Effendi, menjadi sorotan publik.
Rusli Effendi mengecam langkah kontroversial M. Romahurmuziy (Rommy) yang disebut-sebut membujuk tokoh luar untuk menduduki posisi Ketua Umum PPP dalam Muktamar X mendatang.
Rusli mengingatkan seluruh kader PPP untuk menjaga marwah dan integritas partai yang telah lama menjadi bagian dari sejarah politik Indonesia.
Ia menyatakan bahwa masih banyak kader internal PPP yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin partai ke depan tanpa perlu mengimpor figur dari luar.
“Saya pastikan sebagai kader yang bergerak dari bawah, calon dari internal PPP masih mumpuni dan pantas, tentunya tidak kalah dengan tokoh-tokoh eksternal,” ujar Rusli Effendi saat dihubungi dari Jakarta, seperti dilansir dari ANTARA.
Pernyataan Rusli ini muncul sebagai respons terhadap langkah Rommy yang disebut-sebut telah mendekati sejumlah tokoh nasional untuk menjadi calon Ketua Umum PPP. Salah satu tokoh yang dibujuk adalah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Rommy menilai Andi Amran memiliki rekam jejak yang meyakinkan, baik dari sisi ketokohan maupun kemampuan logistik.
Ia menyebut Amran sukses memimpin Kementerian Pertanian di era dua presiden — Joko Widodo dan Prabowo Subianto — dan menilai latar belakang Amran sebagai pengusaha bisa memberikan suntikan positif bagi kemajuan PPP.
“Pak Amran masih wait and see. Murni disebabkan kesibukan beliau yang memiliki beban berat sebagai tulang punggung program kedaulatan pangan pemerintah,” ujar Rommy.
Namun, langkah tersebut menuai kritik keras dari internal partai. Rusli menilai upaya merekrut pihak luar tanpa proses kaderisasi dan mekanisme yang sesuai AD/ART partai adalah tindakan yang mencederai prinsip-prinsip organisasi.
“Sangat tidak etis, seperti mengeksploitasi partai, dan seolah-olah ini merupakan barang dagangan,” tegas Rusli.
Meski mengkritik keras pendekatan Rommy, Rusli tidak menutup pintu sepenuhnya bagi tokoh eksternal. Ia menyatakan bahwa PPP tetap terbuka jika ada tokoh dari luar yang ingin bergabung dan berjuang bersama. Namun, proses tersebut harus dilakukan sesuai aturan dan tata tertib organisasi.
“Ahlan wa sahlan. Akan tetapi, tentu semua ada mekanismenya, kalau di PPP ada AD/ART. Saya rasa tidak hanya PPP yang memiliki mekanisme, tetapi partai lain atau di setiap organisasi mana pun punya,” ujarnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


