Wakil Ketua DPRD Klaim Anggaran Minum Kopi Rp130 Juta Wajar
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin angkat bicara soal nilai belanja persediaan bahan pokok Sekretariat DPRD Kota Bogor. Khususnya mengenai mata anggaran berupa kopi yang menembus Rp130 juta dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin angkat bicara soal nilai belanja persediaan bahan pokok Sekretariat DPRD Kota Bogor. Khususnya mengenai mata anggaran berupa kopi yang menembus Rp130 juta dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 Kota Bogor.
Dari informasi kanal transparansi website kotabogor.go.id, secara umum belanja bahan persediaan makanan pokok di Sekretariat DPRD Kota Bogor itu berjumlah Rp424,6 juta. Khusus untuk minuman kopi itu dianggarkan sebesar Rp130 juta. Selain itu, tertera pula biaya pembelian kopi kemasan campuran senilai Rp18 juta, gula Rp34,4 juta, gula kemasan Rp16,5 juta, dan gula rendah kalori Rp1,425 juta.
"Kenapa lebih besar makan minum apalagi kopi? Jujur saya pernah menerima tamu 180 orang pagi hari, siangnya 20 orang hingga sore ada tamu-tamu dari beberapa daerah," kata Jenal, Rabu (25/12/2019).
Dia mengakui, besaran anggaran makan dan minum (mamin) itu merupakan hal yang wajar. Anggaran itu pun sesuai dengan kebutuhan. Terlebih, pihaknya menyuguhkan kepada para tamu itu minuman kopi liong khas Bogor.
"Jadi, memang anggaran kopi itu terlihat besar tapi penggunaan volumenya besar. Tamu juga mayoritas orang Bogor ya elemen masyarakat. Tentulah masyarakat minimal harus disuguhkan kopi, ataupun ada makanan ringan serta lainnya. Terimakasih apabila anggaran kami dikroscek, kami senang dengan keterbukaan itu. Maka dari itu kita cek kegiatan startegis agar tidak ada kendala," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Bogor Lania Sari mengatakan untuk anggaran kopi yang disoroti itu sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, hal itu merupakan anggaran untuk masyarakat yang bertamu karena DPRD itu merupakan rumah menyampaikan aspirasi warga Kota Bogor.
"Jadi jelas yang menikmati adalah rakyat, masa saat bertamu masyarakat tidak dijamu. Tentunya apabila dihitung anggaran Rp130 juta dibagi 50 orang anggota DPRD Kota Bogor yang minimal satu hari menerima lima tamu, pastinya kan tidak besar," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

