Walini, Objek Wisata Legendaris di Bandung Selatan

Wisata alam pemandian air panas dan penginapan Walini di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung yang didirikan sejak 1993 lalu, tetap menjadi salah satu primadona wisata alam di kawasan Bandung Selatan. Pemandangan perkebunan teh Rancabali dan landskap Gunung Patuha menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk terus datang berkunjung.

Walini, Objek Wisata Legendaris di Bandung Selatan
Pemandian air panas dan penginapan Walini ini awalnya didirikan oleh para pekerja perkebunan PTPN VIII pada 1993 lalu. Semula keberadaan kolam pemandian air panas dan penginapan itu dibuat hanya untuk usaha sampingan saja. Meski digarap serius namun tidak terlalu diandalkan sebagai pendapatan perusahaan. Maklum, saat itu usaha perkebunan teh milik Pemerintah itu masih berjaya. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - wisata alam pemandian air panas dan penginapan Walini di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung yang didirikan sejak 1993 lalu, tetap menjadi salah satu primadona wisata alam di kawasan Bandung Selatan. Pemandangan perkebunan teh Rancabali dan landskap Gunung Patuha menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk terus datang berkunjung.

Pemandian air panas dan penginapan Walini ini awalnya didirikan oleh para pekerja perkebunan PTPN VIII pada 1993 lalu. Semula keberadaan kolam pemandian air panas dan penginapan itu dibuat hanya untuk usaha sampingan saja. Meski digarap serius namun tidak terlalu diandalkan sebagai pendapatan perusahaan. Maklum, saat itu usaha perkebunan teh milik Pemerintah itu masih berjaya.

"Awalnya didirikan oleh Administratur Perkebunan Rancabali PTPN VIII yakni pak Herman Rusmana. Dan ini dibangun dari uang iuran dari karyawan. Dulu mah bukanya juga hanya hari Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu saja. Karena dulu itu kan hasil perkebunan teh sangat bagus, jadi pemandian dan penginapan itu cuma sampingan saja," kata Humas dan Informasi Pemandian air panas dan penginapan Walini Herman Rubiana di Rancabali, Minggu 21 Juli 2024.

Menurut Herman, semula pemandian air panas ini didirikan diatas lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Kemudian berkembang dengan penambahan penginapan, sehingga total luas objek wisata ini 3,6 hektare. Pemandian atau kolam air panas di tempat ini memanfaatkan empat sumber mata air panas, yakni Ciengang, Citambaga, Citableug dan Kampung.

"Sebenarnya lebih tua pemandian air panas Cimanggu yang dibangun tahun 80 an. Sedangkan Walini ini baru tahun 1993, dan saat itu sebenarnya penginapan juga yang disewakan adalah fasilitas untuk istirahat para pejabat perkebunan. Nah baru setelah ada kolam dibanngun lah empat penginapan dan sampai sekarang sudah ada 12 penginapan dengan berbagai ukuran dan harga" ujarnya.

Saat ini lanjut Herman, pemandian air panas dan penginapan Walini yang berada dibawah pengelolaan Puskopkar PTPN itu, terus mempercantik diri dengan berbagai fasilitas untuk memanjakan para pengunjungnya. Dari semula hanya dua kolam pemandian air panas sederhana, kini bertambah beberapa kolam lengkap dengan fasilitas bermain anak, seperti perosotan air, ember tumpah, kolam rendam anak, kamar rendam air panas dan berbagai penunjang lainnya. 

"Begitu juga dengan penginapannya, disini ada 12. Ada bungalow, Kerucut, Lumbung dan Panggung. Kapasitasnya dari mulai untuk empat orang hingga untuk 15 orang. Rata-rata pengunjung kami adalah keluarga, baik itu yang hanya datang untuk berendam maupun yang menginap," katanya.

Dikatakan Herman, hal yang membuat pengunjung betah datang ke Walini,salah satunya karena daya tarik alamnya. Panorama alam khas perkebunan teh dengan latar Gunung Patuha membuat pengunjung kerasan untuk terus berkunjung ke tempat itu. Tak hanya itu saja, pengelola juga selalu merawat dan menjaga kebersihan semua kolam pemandian air panasnya. 

"Air di kolam setiap hari kami ganti, dan kolamnya juga selalu kami kuras dan digosok seminggu dua kali. Ini kami lakukan untuk menjaga kebersihan, agar para pengunjung nyaman. Bukan hanya itu saja, fasilitas parkir di tempat kami juga paling luas,bahkan bisa menampung puluhan bus besar," katanya.

Sebagai pengelola usaha wisata pemandian air panas dan penginapan yang terbilang sudah lama, ia danla managemen tak pernah merasa takut dengan persaingan. Dimana dikawasan wisata Bandung Selatan ini terus bermunculan objek wisata sejenis yang menawarkan berbagai fasilitas menggiurkan. Namun, seolah tak lekang oleh waktu, objek wisata pemandian air panas dan penginapan Walini ini tetap saja menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang datang ke Bandung Selatan.

"Kalau di Bandung Selatan itu kelemahannya terus bermunculan usaha wisata sejenis. Termasuk kolam pemandian air panas banyak disini. Tapi Alhamdulilah tempat kami tidak pernah kekurangan pengunjung, bahkan kami punya beberapa pengunjung setia yang memang loyal, walaupun dibujuk rayu oleh agen wisata untuk ke tempat lain, tapi tetap saja memilih Walini sebagai tempat rekreasinya," katanya.


Editor : Doni Ramdhani