Wanoja Coffee Ekspor 19,2 Ton Kopi ke Arab Saudi, bank bjb Dukung Petani Kopi Jabar
Wanoja Coffee mengekspor 19,2 ton kopi ke Arab Saudi senilai Rp4,017 miliar. bank bjb mendukung pengembangan usaha dan pembiayaan petani kopi Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN– Wanoja Coffee mengekspor 19.200 kilogram atau 19,2 ton kopi ke Arab Saudi dengan nilai transaksi mencapai Rp4.017.600.000. Pencapaian ini menjadi salah satu langkah pengembangan pasar kopi Jawa Barat sekaligus memperlihatkan peluang usaha perkebunan lokal untuk bersaing di pasar internasional.
Dalam pengembangan usahanya, Wanoja Coffee mendapat dukungan dari bank bjb melalui kemitraan yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, akses pembiayaan petani, serta peningkatan daya saing produk kopi.
Pelepasan ekspor tersebut berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Center of Excellence, Korporasi Petani Kopi, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania yang mewakili Bupati Bandung, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Ayi Subarna beserta jajaran, Kepala Divisi Implementasi KEKDA BI Provinsi Jawa Barat Yon Widiyono, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Yudha Suswardhanto, serta Founder Kopi Wanoja Hj. Ety Sumiati.
bank bjb Perkuat Pembiayaan Petani Kopi
Dukungan bank bjb terhadap Wanoja Coffee menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha perkebunan kopi. Kemitraan tersebut tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peningkatan produktivitas petani dan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah pola referral pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani mitra binaan Wanoja Coffee.
Melalui skema tersebut, Wanoja Coffee merekomendasikan petani untuk mengajukan pembiayaan kepada bank bjb. Sementara itu, proses persetujuan dan penyaluran kredit tetap dilakukan berdasarkan prosedur serta penilaian bank.
Dana pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan budidaya, mulai dari pengadaan bibit dan pupuk hingga pembayaran tenaga kerja serta kebutuhan produksi lainnya selama satu siklus perkebunan.
Wanoja Coffee juga melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala kepada petani mitra, mulai dari masa budidaya hingga panen. Ketika panen tiba, hasil produksi petani berupa buah kopi atau cherry maupun biji kopi (beans) dibeli Wanoja Coffee sesuai harga yang telah disepakati di awal.
Pola kemitraan tersebut menghubungkan pembiayaan dengan kebutuhan produksi dan pemasaran hasil panen, sehingga petani memiliki dukungan yang lebih terstruktur dalam menjalankan usaha perkebunan kopi.
Sepanjang 2022 hingga 2026, tercatat 90 fasilitas pembiayaan bagi petani mitra binaan Wanoja Coffee dengan total penyaluran mencapai Rp6,635 miliar.
Wanoja Coffee Kelola 118 Hektare Perkebunan
Wanoja Coffee merupakan usaha berbadan hukum CV Wanoja Patra Jaya yang didirikan Hj. Ety Sumiati pada 2012. Usaha ini berawal dari inisiatif mengembangkan perkebunan kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.
Dalam perkembangannya, Wanoja Coffee mengintegrasikan kegiatan budidaya, pendampingan petani, pengolahan, hingga pemasaran kopi.
Usaha ini mengelola lahan seluas 118 hektare. Dari jumlah tersebut, 20 hektare merupakan lahan milik sendiri, sedangkan 98 hektare lainnya merupakan lahan garapan petani di kawasan Perhutani.
Jaringan usaha tersebut melibatkan petani kopi dengan varietas utama Andung Sari dan Lini S, serta kapasitas produksi sekitar 70 ton green bean per tahun.
Pengembangan usaha ini menunjukkan bahwa komoditas kopi memiliki potensi ekonomi yang melampaui kegiatan perdagangan. Pendampingan dan penguatan kapasitas petani dapat membuka peluang peningkatan produktivitas, keterampilan budidaya, serta kesempatan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perkebunan.
Pasar Ekspor Kopi Wanoja Terus Berkembang
Selain memperkuat pasar domestik, Wanoja Coffee terus mengembangkan orientasi ekspor. Berdasarkan data yang disampaikan, volume penjualan meningkat dari 25 ton pada 2022 menjadi 35 ton pada 2023, kemudian mencapai 80 ton pada 2024.
Porsi ekspor pada periode yang sama juga mengalami peningkatan. Jika pada 2022 ekspor mencakup 10 persen penjualan, angkanya naik menjadi 17 persen pada 2023 dan mencapai 63 persen pada 2024.
Pasar ekspor Wanoja Coffee mencakup sejumlah negara, antara lain Jepang, Uni Emirat Arab melalui Dubai, Thailand, Jerman, Qatar, Belanda, Arab Saudi, Taiwan, Malaysia, dan Australia, serta sejumlah pasar lain di Eropa.
Ekspansi tersebut memperlihatkan peluang kopi lokal untuk menjangkau konsumen internasional. Namun, untuk menjaga keberlanjutan pasar, pengembangan usaha perlu didukung konsistensi kualitas produk, kapasitas produksi, serta pengelolaan transaksi dan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan ekspor.
Peluang Pengembangan Kemitraan dan Layanan Perbankan
Ke depan, kemitraan bank bjb dan Wanoja Coffee berpeluang diperkuat melalui program PESAT yang mendukung pemberdayaan pelaku usaha. Program tersebut mencakup literasi keuangan, pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran atau expo untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan produk kepada calon mitra.
Pengembangan hubungan usaha juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan layanan perbankan untuk transaksi operasional, tabungan, dan giro.
Seiring meningkatnya aktivitas ekspor, terdapat pula peluang pemanfaatan layanan perdagangan internasional, seperti trade finance, transaksi valuta asing, pengelolaan risiko nilai tukar, serta dukungan modal kerja terkait pesanan ekspor sesuai kebutuhan dan kelayakan usaha.
Selain itu, pengenalan produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan layanan bagi pengelola, pekerja, maupun anggota jaringan Wanoja Coffee.
Melalui kemitraan berkelanjutan, bank bjb mendorong penguatan fondasi usaha lokal agar semakin produktif, tangguh, dan berdaya saing. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pasar kopi Jawa Barat sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi petani dan masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai bank bjb dapat diperoleh melalui situs resmi www.bankbjb.co.id, kanal media sosial resmi bank bjb, atau layanan bjb Call 14049.
bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).***
Editor : JakaPermana
