Warga Bogor di RS Ummi Tidak Terjangkit Corona

Belum ada pasien terjangkit virus corona di Kota Bogor. Termasuk pasien di RS Ummi Bogor.

Warga Bogor di RS Ummi Tidak Terjangkit Corona
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor- Belum ada pasien terjangkit virus corona di Kota Bogor. Termasuk pasien di RS Ummi Bogor.

Dari Sabtu hingga Minggu, Bima Arya Sugiarto meluangkan waktu mengintip kabar dari Rumah Sakit Ummi di Kota Bogor. Setiap jam, dia jada komunikasi. Itu dilakukannya untuk memastikan isu adanya warga Kota Hujan terjangkit corona.

“Dari kemarin saya pantau terus setiap jam. Tes darah segala macam. Tapi, tadi pagi, saya cek kondisinya membaik dan stabil. Jadi, belum ada indikasi positif. Belum jadinya,” kata Wali Kota Bogor itu kepada wartawan, Minggu (1/3).

Sebelumnya, melalui media sosial, beredar kabar seorang warga Kota Bogor diduga merupakan pasien corona, pengidap virus Covid19. Itu yang membuat Bima terus melakukan pemantauan.
Wali Kota Bogor itu menambahkan, menurut dokter, secara medis tidak ada indikasi virus Covid19. Dia pun mengklarifikasi kabar yang beredar seolah-olah sudah positif.

Meski begitu, dia meminta seluruh lurah, camat dan kepala puskesmas Kota Bogor untuk memonitor. “Begitu ada keluhan gejala yang seperti corona, ada atensi khusus. Harus dikoordinasikan dan keluarganya, juga dimonitor semua,” tambahnya.

Bima mengatakan, termasuk yang di RS Ummi ini juga, dimonitor keluarganya dan dipantau terus. “Kemarin mahasiswa juga memang normal kan?” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama RS Ummi Bogor, Andi Tatat mengatakan, memperhatikan beredarnya berita melalui medsos tentang dugaan adanya pasien Covid19, RS Ummi menyampaikan, bahwa seorang pasien dengan demam dan gangguan pernafasan. 

“Kronologisnya dengan riwayat datang dari Jepang, transit Hongkong selama 14 hari, sebelumnya telah datang berobat ke Poli internis RS Ummi pada 26 Februari 2020,” ungkap Andi.

Andi melanjutkan, dalam rangka kehati-hatian, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor yang kemudian melakukan koordinasi dengan RSPI Sulianti Saroso untuk kemungkinan merujuk pasien ke RS tersebut.

“Sesuai hasil konfirmasi dan koordinasi tersebut, tim ahli RSPI menyatakan pasien tersebut belum bisa digolongkan suspect COVID 19 dan menganjurkan diobservasi dahulu. Manajemen memutuskan memberlakukan pasien dengan hati-hati dan memasukan ke ruang isolasi. Karena ruang rawat isolasi penuh, kami merujuk pasien tersebut ke Bogor Senior Hospital untuk observasi lebih lanjut,” tuturnya.

Andi juga mengatakan, pihaknya menjawab kekhawatiran dan informasi yang kurang tepat. “Semoga kami dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Bsafaat