INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau lokasi banjir Baleendah di Kelurahan Andir, Kabupaten Bandung, Selasa (26/2/2019) siang beserta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Disela peninjauan pria yang akrab disama Kang Emil itu dicurhati warga yang sudah belasan tahun menjadi korban banjir.
"Barudak (anak-anak) ngambil tindakan ke jalan (aksi), tos nyeri hate (udah sakit hati). Dari zaman orang tua saya banjir ada tapi sedikit. Sekarang banjir tambah parah. Masa harus dialami oleh anak cucu kami," kata Mulyana (41) salah seorang warga Andir, Selasa (26/2/2019).
Mulyana mengatakan, ia dan beberapa orang rekannya sengaja melakukan aksi melumuri tubuh dengan lumpur. Sebagai bentuk protes banjir yang terus melanda di Kabupaten Bandung. Menurutnya, banjir besar terjadi pada 1989 dan sejak terjadi sodetan sungai Citarum banjir banyak ke wilayah Baleendah.
"Kenapa juga setiap banjir banyak lumpur disini. Mangga dicek di dalam rumah saya pak. Sebenarnya kami mengapresiasi program pemerintah ini, namun kami rasa sampai saat ini belum efektif mengatasi permasalahan banjir," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak warga untuk tidak saling menyalahkan. Namun lebih baik saat ini mencari solusi jangka pendek dan panjang tentang permasalahan banjir di Kabupaten Bandung. Ia pun sudah menyiapkan pompa air untuk menarik air banjir di pemukiman warga.
"Sungai sudah lebih tinggi dari pemukiman jadi (air) malik (kembali). Solusinya saya beli pompa," ujarnya.
Dirinya pun mengkritisi media tentang Cieunteung yang diberitakan tidak memberikan solusi. Menurutnya, tetap berpengaruh di tempat lain. "Cienteung dikutip tidak ada solusi. Berpengaruh, mungkin di Andir teu aya pengaruh tapi di Baleendah ada pengaruh," katanya.
Emil mengungkapkan kedatangan dirinya ke lokasi banjir sebagai bentuk perhatian. Oleh karena itu, ia mengajak warga mendukungnya yang baru menjabat belum lama.
"Batinnya disamakan dulu. Mun bade nafsu mangga (kalau mau nafsu silahkan). Saya pemimpin turun tangan. Kalau ada yang kecewa itu biasa," katanya.
Emil mengatakan masalah banjir perlahan sedang diselesaikan solusi besarnya. Menurutnya, danau Cienteung sudah selesai meski belum berdampak pada yang lain. "Kita ada 4 lokasi lagi sedang dibangun danau retensi," ujarnya.
Kemudian, terowongan di Curug Jompong akhir tahun selesai. Saat ini menurutnya menyiapkan enam pompa untuk menyedot banjir di wilayah Andir serta dana Rp 12 miliar untuk pembelian eskavator