Warga Diimbau Hati-hati saat Melintas di Lokasi Longsor Cilebut dan Kebon Pedes

Dinas Perhubungan Kota Bogor mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian longsor Cilebut dan Kebon Pedes.

Warga Diimbau Hati-hati saat Melintas di Lokasi Longsor Cilebut dan Kebon Pedes
Pengguna jalan diimbau untuk hati-hati saat melintas di kedua ruas jalan tersebut. Pasalnya, lokasi longsor Cilebut dan Kebon Pedes memakan setengah badan jalan. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan Kota Bogor mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian longsor Cilebut dan Kebon Pedes.

Pengguna jalan diimbau untuk hati-hati saat melintas di kedua ruas jalan tersebut. Pasalnya, lokasi longsor Cilebut dan Kebon Pedes memakan setengah badan jalan.

Pantauan di lapangan, akibat dari longsor di Cilebut dan Kebon Pedes itu sebagian badan jalan ditutup. Kini, bekas longsor itu ditutup menggunakan terpal dan dipasang garis polisi agar tidak dilintasi kendaraan.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Bogor dibantu warga setempat melakukan pengaturan lalu lintas secara manual guna mencegah kemacetan. Arus kendaraan dilaporkan padat, dengan antrean mengular di kedua arah. Proses pembersihan material longsor juga mulai dilakukan.

Di lokasi longsoran, petugas dari UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat bersama PUPR Kota Bogor tampak membersihkan bekas longsoran. Sejumlah pohon yang tumbang hingga jatuh ke dasar jurang turut dipotong dan diangkat karena menghambat aliran air.

Pengelola SDA UPTD Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane Dinas SDA Jawa Barat Yulianti Juhendah mengatakan, saat ini fokus penanganan masih pada pembersihan material longsor di kedua lokasi. Tingkat kerusakan secara detail belum bisa dipastikan sebelum proses pembersihan selesai dilakukan.

"Untuk saat ini masih dilakukan pembersihan lokasi oleh UPTD PSDA dan PUPR Kota Bogor. Setelah bersih, baru bisa terlihat seberapa parah kerusakannya. Pada lokasi Kebon Pedes, panjang longsoran mencapai sekitar 15 meter dengan tinggi tebing yang longsor sekitar 13 meter. Selain itu, terdapat pohon tumbang yang menutupi lajur aliran air dan berpotensi menimbulkan sumbatan jika tidak segera ditangani," tutur Yulianti.

Yulianti menjelaskan, sementara di wilayah Cilebut, berdasarkan laporan petugas di lapangan, terdapat satu bangunan liar dalam kondisi kosong yang terdampak material longsoran. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Terkait estimasi waktu penanganan, proses pembersihan dan penanganan darurat diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari. Mudah-mudahan sekitar tiga hari bisa selesai. Tapi maksimal penanganan bisa sampai tujuh hari," jelasnya.

Yulianti menerangkan, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi lokasi longsor serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat harus waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Bogor masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.


Editor : Doni Ramdhani