Inovasi Keluarahan Kebon Pedes Tangani Stunting

Inovasi Keluarahan Kebon Pedes Tangani Stunting
Pemberian bantuan dari Kelurahan Kebon Pedes kepada balita yang terdata mengalami stunting. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Lurah Kebon Pedes Lulut Wiyono meluncurkan inovasi untuk lebih menekan angka stunting. Sejauh ini penanganannya berada di bawah 14 persen dari jumlah balita 1.717 anak.

"Inovasi Bonteng ( Bondes Leungitkeun stunting) ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kelurahan Kebon Pedes dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah kelurahan, Puskesmas Pondok Rumput, Tim Promosi Kesehatan (Promkes), Tim Gizi, PKK, Posyandu, Ketua RT/RW, Karang Taruna, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat," jelas Lulut, Senin (17/8/2026). 

Dia memaparkan, pihaknya juga sudah menyusun buku manual Bonteng agar setiap pelaksana memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme kerja, pembagian tugas, standar operasional, serta sistem monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan inovasi Bonteng. 

"Dengan adanya pedoman ini diharapkan seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah, efektif, akuntabel, dan berkelanjutan," paparnya.

Lulut menjelaskan, dalam penanganan stunting pihaknya mendapatkan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari PT Goodyear yaitu berupa bahan bubur kacang hijau atau berupa kacang hijau, susu kental manis dan gula putih.

"Bahan tersebut dikirim per 3 bulan ke Kelurahan Kebon Pedes. Sehingga angka stunting Bondes saat ini ada 20 balita dari 1.717 balita. Untuk target setandarnya stunting 14 persen dari jumlah 1.717 balita adalah 231 stunting.  Jadi stunting kami 20, berati Penagan setating kami sudah sangat baik," jelasnya.

Lulut membeberkan, program Bonteng ini masih dapat terus disempurnakan sesuai dengan perkembangan kebijakan maupun kebutuhan masyarakat. Untuk itu, kata dia, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan. 


Editor : Doni Ramdhani