Warga Kab Bandung di Kawasan Galian C Diminta Kosongkan Rumah Saat Hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar tebing galian C seperti di Sungapan Kecamatan Soreang, Baleendah, Nagreg danbeberapa kecamatan lainnya agar selalu waspada. Bahkan, saat hujan turun, mereka diminta mengungsi terlebi dahulu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar tebing galian C seperti di Sungapan Kecamatan Soreang, Baleendah, Nagreg danbeberapa kecamatan lainnya agar selalu waspada. Bahkan, saat hujan turun, mereka diminta mengungsi terlebi dahulu.
"Kami terus memantau beberapa galian C. Apalagi yang di Sungapan itu kan bawahnya Jalan Raya Soreang-Ciwidey kemudian seberangnya ada pemukiman terus ada tebing lagi dan Sungai Ciwidey. Makanya saya sudah keluarkan surat edaran pada para camat agar selalu waspada," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Achmad Djohara di Soreang, Selasa (26/11/2019).
Menurut Achmad, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya bencana alam baik itu banjir, longsor maupun bencana angin puting beliung. Karena memang saat ini telah memasuki musim hujan. Selain itu, pihaknya saat ini juga tengah melakukan inventarisir berbagai peralatan kebencanaan, seperti perahu, tenda, tempat pengungsian dan lainnya.
"Beberapa waktu lalu kami ada Rakor dengan BPBD Provinsi Jabar, ada arahan untuj menetapkan status siaga. Dari sana rujukan awalnya dan kami lakukan siaga darurat banjir, longsor dan puting beliung," ujarnya.
Achmad melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan pendataan dan juga menerbitkan peta daerah rawan bencana. Kata dia, pada dasarnya, dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung memang rawan bencana alam. Dengan potensi bencana beragam, seperti banjir, longsor, puting beliung dan juga kebakaran. Bahkan, untuk saat ini potensi bencana alam juga bisa terjadi dampak dari masifnya pembangunan.
"Seperti pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung di Rancaekek dimana tanah urugannya menutup aliran air pemukiman warga. Kemudian juga benteng perumahan Podomoro Land di Bojongsoang yang tingginya melebihi pemukiman penduduk Cikoneng. Nanti bisa seperti Kampung Cieunteung. Tapi sekarang sudah kami komunikasikan dan sudah diperbaiki. Nah ini juga pembangunan yang bisa berdampak pada bencana alam dan harus diwaspadai," katanya.(rd dani r nugraha).
Editor : Bsafaat

