Warga Korban Puting Beliung Rancaekek Mulai 'Bebersih' Rumah

Warga Perumahan Rancaekek Permai II, Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, mulai membersihkan puing-puing material bangunan rumah yang diterjang angin puting beliung.

Warga Korban Puting Beliung Rancaekek Mulai 'Bebersih' Rumah
Korban puting beliung di Rancaekek mulai membersihkan rumah mereka
INILAH,Bandung- Warga Perumahan Rancaekek Permai II, Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, mulai membersihkan puing-puing material bangunan rumah yang diterjang angin puting beliung.

Salah seorang korban yang rumahnya rusak, Iyus (49) warga di Blok B 24 mengatakan,  usai kejadian angin puting beliung, ia bersama keluarganya mengungsi ke rumah tetangganya yang tidak terkena angin tersebut. 

Karena angin puting beliung merusak hampir semua bagian atap rumahnya. Sehingga belum bisa ditempati kembali, karena air hujan masuk ke
dalam rumah.

"Semua hancur air masuk ke dalam rumah, saya juga bingung mau diperbaiki enggak ada dana," kata Iyus, Minggu (13/1).

Meskipun tak punya uang untuk membangun kembali rumahnya, namun ia tetap membersihkan rumahnya dari puing puing. Ia dibantu saudaranya serta relawan membersihkan puing-puing material bangunan yang rusak akibat angin puting beliung. 

"Sekarang mah nyari nyari barang yang masih layak dipakai. Kalau yang rusak dan puing puingnya mah dibuang saja," katanya.

Salah seorang warga lainnya, Jumadi (48) akibat angin puting beliung bagian belakang rumahnya rusak parah termasuk gentengnya. Selain itu, kanopi di bagian depan rusak tidak tersisa sama sekali.

"Pas kejadian, lagi di ruang tengah. Di luar ada angin masih belum parah. Pas kedua kalinya parah, saya langsung masuk ke kamar dan bersembunyi di tempat tidur. Ada empat orang pas kejadian," ujarnya. 

Ia mengaku tidak mengungsi sebab kondisi kamar masih bisa dipakai. Sementara itu, bantuan sempat diperolehnya yaitu nasi bungkus kemarin, Sabtu (12/1). 

Dirinya mengungkapkan saat ini keluarga dan saudaranya tengah memperbaiki rumah dan membersihkan puing-puing sisa material bangunan yang rusak. Ia pun berharap pemerintah bisa membantu material bangunan untuk para korban. "Pengen mah material bantuannya," katanya. 

Sementara itu, relawan BPBD Jawa Barat, G Sutiawan dari Petakalagrage mengungkapkan data korban hingga Ahad (13/1) pukul 06.00 Wib yaitu di Desa Jelegong, Kampung Papanggungan, RW 06 sebanyak 66 kepala keluarga (KK), 212 Jiwa dan 58 rumah terdampak. Sementara di Kampung Linggar Jati, RW 14 sebanyak 42 KK, 160 jiwa dan 42 rumah terdampak.

Kemudian di Perum Rancaekek Permai 2 RW 23 sebanyak 571 KK, 1901 jiwa dan 564 rumah terdampak. Serta di Desa Bojongloa sebanyak 53 KK, 189 jiwa dan 53 rumah terdampak. Serta Kelurahan Kencana sebanyak 21 KK, 105 jiwa dan 21 rumah terdampak.

"Jumlah sementara, korban terdampak 753 KK, 2567 jiwa, 738 rumah terdampak. 

Di Mesjid Al-Ikhlas ada 23 orang yang terdata, 5 KK mengungsi. Sementara yang mengungsi di luar mesjid belum terdata," katanya.

Dirinya mengungkapkan, sebagian pengungsi di mesjid yang masih berusia anak-anak diberikan trauma healing dari anggota Polwan Polres Bandung. Sementara, orang tua mereka membersihkan puing-puing material rumah yang rusak.

"Relawan hadir dibantu TNI untuk bersih-bersih puing-puing material bangunan yang rusak. Dapur umum juga disiapkan untuk warga terdampak. 90 persen pekerjaan dilakukan oleh relawan untuk membantu warga terdampak,"katanya.


Editor : inilahkoran