Warga Lembah Teratai: Kami Butuh Bukti Bukan Janji

Setelah sempat mengalami dua kali intimidasi dan ancaman, warga Lembah Teratai kembali minta kejelasan dan tanggung jawab dari pihak pelaksana proyek KCIC.

Warga Lembah Teratai: Kami Butuh Bukti Bukan Janji
Ilustrasi (Agus SN)

INILAH, Ngamprah - Setelah sempat mengalami dua kali intimidasi dan ancaman, warga Lembah Teratai kembali minta kejelasan dan tanggung jawab dari pihak pelaksana proyek KCIC. 

Ketua RT 04 sekaligus pengurus Forum Komunikasi Warga Terdampak Proyek KCIC RW XII - Perumahan Lembah Teratai, Yulianto Rahardjo (51) mengatakan, pihaknya hanya ingin meminta kejelasan dan tanggung jawab dari pihak KCIC. 

"Sebetulnya, kami meminta dengan baik-baik dan secara prosedural, tapi karena ada ancaman dan intimidasi. Maka kami lakukan protes, di sini kita bukan menghalang-halangi hanya saja cara penyelesaian yang kurang baik," katanya pada saat ditemui INILAH di lokasi pembongkaran, Kompleks Lembah Teratai, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/9/2019).

Dikatakan Yulianto, pihaknya hanya menuntut seandainya proyek ini berjalan dan kemudian terjadi masalah atau dampak yang disebabkan dari proyek KCIC ini terhadap masyarakat sekitar Kompleks Lembah Teratai, siapa saja yang harus bertanggung jawab dan memberikan solusi. 

"Makanya, kita minta pertanggungjawaban dengan dituangkan melalui tanda tangan hitam di atas putih dari mulai PSBI sebagai pihak pembebasan lahan, PT KCIC sebagai induk perusahaan, PT Wika, serta Pemda KBB untuk turut memberikan solusi dari dampak pembangunan proyek ini," katanya. 

Dia berharap, komitmen yang telah disampaikan di awal itu bisa direalisasikan oleh semua pihak terutama pelaksana. 

"Kami sangat berharap, janji yang dulu pernah disampaikan di awal bisa dilaksanakan yang menyatakan bahwa tidak akan ada pengerjaan proyek sebelum ada izin dari warga dan perjanjian tertulis," tandasnya. (Agus SN)


Editor : suroprapanca