Warga Perkuat Normalisasi Saluran Cogreg

Warga Perkuat Normalisasi Saluran Cogreg
NORMALISASI SALURAN: Masyarakat terlibat normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(ANTARA/HO-HUMAS PEMKAB BOGOR)

INILAH, Bogor - Lumpur dan sampah menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan bersama ketika alat berat tidak dapat menjangkau seluruh bagian saluran. Di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, warga turun tangan membersihkan Saluran Sasak Sekunder Cogreg secara manual.

Pemerintah Kabupaten Bogor melibatkan masyarakat dalam proses normalisasi, terutama pada sejumlah titik jembatan yang berada di atas saluran. Pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas drainase turut bergotong royong membersihkan lumpur dan sampah.

Camat Parung Adhi Nugraha mengatakan, gotong royong menjadi bagian penting dalam pengerjaan normalisasi karena terdapat sejumlah titik yang sulit dijangkau alat berat.

“Di beberapa titik jembatan, normalisasi dilakukan secara manual bersama masyarakat. Pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas drainase juga ikut membersihkan lumpur dan sampah,” kata Adhi, akhir pekan lalu, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (4/10).

Di wilayah Desa Cogreg terdapat 10 titik jembatan yang berada di atas saluran irigasi. Dari jumlah tersebut, empat titik telah selesai dinormalisasi melalui gotong royong warga, sementara satu titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Keterlibatan warga membuat proses pembersihan dapat menjangkau bagian saluran yang tidak dapat ditangani menggunakan alat berat.

“Gotong royong masyarakat sangat membantu, terutama pada titik-titik yang tidak bisa dijangkau alat berat,” ujarnya.

Sementara itu, normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg dengan menggunakan dua alat berat telah berlangsung selama 21 hari.

Pengerjaan dimulai dari titik nol di depan Sekolah Muhammadiyah menuju arah Desa Cogreg hingga Masjid Al Barkah di samping pintu masuk KURI. Hingga kini, pekerjaan telah mencapai sekitar 1,72 kilometer.

Capaian tersebut setara sekitar 86 persen dari total dua kilometer saluran yang menjadi fokus normalisasi di wilayah Desa Cogreg.

Namun, pekerjaan tidak berhenti ketika lumpur dan sampah telah diangkat. Setelah saluran kembali terbuka, tantangan berikutnya adalah memastikan aliran tetap bersih. (gin)


Editor : Inilahkoran