Warga Pulo Geulis Resah, Bima Arya: Tak Ada Penggusuran
Warga Pulo Geulis resah. Tapi, Bima Arya Sugiarto meredamnya. “Tak ada penggusuran,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor- Warga Pulo Geulis resah. Tapi, Bima Arya Sugiarto meredamnya. “Tak ada penggusuran,” tegasnya.
Ihwal penggusuran itu mencuat dalam tataran isu. Ada selentingan, beredar di masyarakat Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, bakal ada penggusuran dalam program penataan Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Pulo Geulis sendiri termasuk kawasan yang berada di pinggiran sungai tersebut.
Agar bola tak menggelinding liar, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, langsung mengambil langkah. Dia menegaskan, warga menerima informasi yanjg keliru soal Pulo Geulis. Dia menyebutkan tak ada penggusuran. “Yang ada hanya penataan. Warga tidak ada yang terusir dari wilayahnya,” katanya di Bogor, Senin (13/5/2019).
Bima mengatakan, dirinya melihat ada informasi yang salah atau tidak tepat. Karena itu, dirinya akan segera melakukan silaturahmi dengan warga untuk menjelaskan. Dia, sekali lagi, menegaskan tak punya rencana melakukan penggusuran. Yang ada adalah penataan, mulai dari pembangunan MCK, drainase, dan septik tank. Saat ini, semua sedang didata.
“Tidak ada penggusuran. Saya juga bingung, itu informasi dari mana? Nggak ada itu (penggusran),” tegasnya kepada INILAH di Gedung DPRD Kota Bogor.
Bima menekankan, tidak mungkin Pemkot Bogor main gusur pemukiman warga tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Sekali pun ada penggusuran, perencanaan dan semuanya pasti bertemu dengan warga dahulu.
“Ini tidak ada rencana penggusuran. Kan kami beri judul penataan. Jadi kami membangun apa yang dibutuhkan warga sehingga program terus berjalan.Kan ada yang bersumber dari dana APBD dan APBN serta lainnya,” tamba Bima.
Sementara itu, Camat Bogor Tengah Agustiansyach mengatakan, ada informasi kepada warga tentang dua konsep penataan Sempur dengan Pulo Geulis, tapi dalam satu program. Warga menerima informasi yang salah. Yang mau dijadikan taman itu di Sempur, bukan Pulo Geulis. Dia memperkirakan kemungkinan saat sosialisasi, warga tidak menangkap penataan kawasan sungai Ciliwung ini ada wisata air juga.
“Warga dilibatkan sebenarnya. Warga bisa tahu dari mana program itu kalau tidak ikut dalam rapat,” tutur Agus.
Agus menjelaskan, Pulo Geulis akan dibuat lebih menarik lagi. Ada kampung gambar dengan kampung labirin. Penataan dipandang perlu dilakukan karena kawasan Pulo Geulis memiliki riwayat sejarah yang bagus.
“Kalau mau digusur dan dibongkar, kami bingung. Warga dari mana informasinya? Ada kesalahan informasi di sini tentang penataan Sempur dengan Pulo Geulis. Tidak ada penggusuran. Penataan iya ada. Kalau ada rumah kumuh di Pulo Geulis kami rapihkan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, program naturalisasi Sungai Ciliweung akan dilakukan dari Pulo Geulis hingga kawasan Sempur. Selain itu, dilakukan pula peningkatan kualitas pemukiman kumuh oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Pemkot Bogor bekerja sama dengan USAID senilai Rp16 miliar, ditambah anggaran dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan APBD Kota Bogor. (Rizki Mauludi)
Editor : Bsafaat

