Wasit Fariq Hitaba Jadi Mimpi Buruk Persib Bandung, Ini Kata Robert Alberts

Robert Alberts membuktikan bahwa hujan kartu kembali dikeluarkan wasit Fariq Hitaba. Totalnya mencapai sembilan kartu kuning dan kartu merah

Wasit Fariq Hitaba Jadi Mimpi Buruk Persib Bandung, Ini Kata Robert Alberts
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts soroti wasit usai ditahan imbang Persebaya Surabaya di laga ke-32 Liga 1 2021/2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu 20 Maret 2022.


INILAHKORAN, Denpasar - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts soroti wasit usai ditahan imbang Persebaya Surabaya di laga ke-32 Liga 1 2021/2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu 20 Maret 2022.

Robert Alberts bahkan sempat terkejut ketika mengetahui wasit pertandingan di laga Persib vs Persebaya dipimpin oleh Fariq Hitaba. Menurutnya, wasit asal Yogyakarta itu kerap merugikan timnya.

Robert Alberts membuktikan bahwa hujan kartu kembali dikeluarkan wasit Fariq Hitaba. Totalnya mencapai sembilan kartu kuning dikeluarkan dengan satu di antaranya kartu merah.

Baca Juga: Pentingnya Edukasi Sertfikat Halal, Ini Kata Pakar Unpad

Ini bukan kali pertama Fariq Hitaba mengeluarkan banyak kartu dipertandingan Persib. Itu juga terjadi saat menghadapi Persija Jakarta 1 Maret 2022.

Total, sebanyak sembilan kartu kuning dikeluarkan. Enam kartu untuk Persib Bandung dan empat kartu kuning untuk Persija Jakarta.

Bahkan, saat menghadapi PSIS Semarang 15 Februari 2022, Fariq Hitaba juga dengan mudah mengeluarkan kartu kuning untuk Persib. Totalnya mencapai empat kartu kuning, sementara PSIS mendapatkan tiga kartu kuning.

"Saya cukup terkejut saat mengetahui wasit bertugas sama dengan beberapa laga ke belakang, yang mana kami mendapat enam kartu kuning. Selama saya terlibat di sepak bola profesional selama sekitar 40 tahun, sulit untuk memahami ini," ungkap Robert Alberts usai pertandingan.

Baca Juga: Bentuk Tim Patroli Gabungan K3, Ini Sasaran Penertibannya di Kota Bogor

Pelatih asal Belanda ini mengaku sudah merasakan kekhawatiran sebelum pertandingan dimulai. Bahkan dia mengungkapkan kepada para pemainnya.

"Dan ketakutan saya menjadi kenyataan. Karena di 45 menit pertama kami sudah mendapat tiga kartu kuning ditambah satu kartu kuning kepada saya. Yaya (Sunarya) juga berkata kepada saya, ketika dia bertanya kenapa dikartu kuning, dia tidak menjawab apa-apa," tuturnya.

Robert Alberts mengaku tidak pernah berteriak kepada wasit. Dia hanya mengungkapkan teriakannya sebagai bentuk rasa frustasi karena pemainnya diganjar kartu kuning dengan mudah.

"Jadi itu caranya memimpin pertandingan dan pemain kami merasa terintimidasi karena ada delapan pemain yang terancam akumulasi kartu jika mendapat satu kartu kuning lagi," kesal Robert Alberts.

Baca Juga: Raih Penghargaan di BK Award 2021, Ini Harapan Ummi Siti Muntamah

Tidak hanya itu, Robert Alberts juga merasa terheran-heran bahwa back pass lawan dianggap offside oleh wasit. Sehingga Persib gagal menciptakan gol keduanya.

"Kami mendapat peluang mencetak gol saat pemain Persebaya melakukan back pass dan sangat jelas, semua bisa melihat itu jelas-jelas back pass. Tapi wasit mengganggap bahwa itu adalah offside dan itu kesalahan besar oleh wasit di pertandingan ini, tapi dia hanya berjalan berlalu begitu saja, sedangkan kami kehilangan poin. Tapi mungkin jika kami marah, kami akan mendapatkan kartu lagi. Padahal, kami juga punya hak untuk marah jika situasinya seperti itu," kesalnya kembali.

Di laga tersebut, Persib gagal meraih poin penuh. Tim berjulukan Maung Bandung hanya menghasilkan skor imbang 1-1 atas Persebaya.

Satu gol Persib diciptakan David da Silva di menit ke-25. Sementara satu gol balasan Persebaya berhasil dicetak oleh Ricky Kambuaya di menit ke-77.(Muhammad Ginanjar)


Editor : inilahkoran