Waspada, Longsor Ancam 28 Kecamatan di Kab Bandung, 19 Kecamatan Juga Terancam Banjir
Memasuki musim hujan, Kabupaten Bandung diancam longsor dan banjir. Ada puluhan kecamatan yang 'diintai' kedua bencana alam itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Memasuki musim hujan, Kabupaten Bandung diancam longsor dan banjir. Ada puluhan kecamatan yang 'diintai' kedua bencana alam itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung terus melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah yang masuk katagori rawan bencana alam berupa pergerakan tanah dan banjir.
Dari data hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Bandung bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), 28 Kecamatan rawan potensi pergerakan tanah (longsor) dan 19 Kecamatan dengan ancaman bencana banjir.
"Kalau melihat kondisi geografisnya (dataran tinggi) Dari 28 Kecamatan yang berpotensi terjadi pergerakan tanah itu sebenarnya hampir merata tingkat kerawannya (longsor)," kata Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Hendra Hidayat, Selasa (12/11/2019).
Untuk mengantisipasi bencana yang kemungkinan terjadi saat musim penghujan ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder lainnya.
"Jadi unsur kewilayahan harus mengetahui daerah yang rawan, karena saat musim hujan itu ancamannya longsor dan banjir," ujarnya.
Biasanya, kata Hendra, saat musim hujan petugas BPBD Kabupaten Bandung dan unsur kewilayahan disiagakan di lokasi rawan bencana, dengan dibuatkan posko siaga bencana. Hal tersebut agar memudahkan penanganan apabila sewaktu-waktu bencana terjadi.
Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per 4 Oktober 2019 Nomor: ME.02.02/1188/KLEM/X/2019 tentang informasi prakiraan curah hujan dan musim, di wilayah Jawa Barat umumnya berada pada musim hujan antara Oktober 2019 sampai Mei 2020
"Informasi dari BMKG, puncak musim hujan terjadi pada Desember 2019 dan akan kembali terjadi peningkatan curah hujan pada Februari sampai Maret 2020," katanya.
Pemkab Bandung, lanjut Hendra, mengimbau seluruh masyarakat di setiap Kecamatan, untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, banjir bandang dan longsor, serta angin puting beliung.
"Sosialiasi sudah kami lakukan kepada masyarakat. Termasuk menyiapkan peralatan, sumber daya manusia, posko serta tempat pengungsiap khususnya untuk banjir,"ujarnya.
Terpisah, Bupati Bandung, Dadang M. Naser mengatakan, pada perubahan cuaca akhir tahun ini dari kemarau ke musim hujan, masyarakat diimbau untuk memperhatikan perkembangan perubahan cuaca dan selalu waspada khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
Sejak satu pekan ke belakang, sebagian wilayah di Kabupaten Bandung diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal 2020 mendatang.
"Saya imbau kepada masyarakat agar memperhatikan perubahan cuaca. Tetap waspada dan berhati-hati, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor," ujarnya.
Memperhatikan kondisi cuaca yang sudah mulai terus turun hujan, ia meminta agar semua pihak bisa bersama-sama berkoordinasi dalam mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana sesuai kondisi di wilayahnya masing-masing.
"Dibutuhkan koordinasi efektif mengenai kondisi kebencanaan di wilayah masing-masing, terutama Camat. Supaya bisa fast respon dan meminimalisasi dampak kerusakan dari kejadian bencana, jangan sampai ada korban, semuanya saling bergandengan," katanya.
Dirinya menuturkan, semua pihak harus selalu siaga dan waspada karena Kabupaten Bandung termasuk daerah yang rawan bencana. Upaya yang bisa dilakukan, yakni edukasi, sosialiasi dan migigasi sejak sebelum ancaman bencana terjadi.
"Saat terjadi bencana harus respon cepat dan pascabencana digencarkan pemulihan segala aspek. Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi semua pihak yang di dalamnya ada masyarakat dan dunia usaha juga," katanya. (Rd Dani R Nugraha).
Berikut daerah yang rawan atau berpotensi terjadi gerakan tanah dan rawan banjir di Kab Bandung:
Rawan pergerakan tanah :
1. Arjasari (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
2. Baleendah (Menengah Tinggi)
3. Banjaran (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
4. Cicalengka (Menengah Tinggi)
5. Cikancung (Menengah Tinggi)
6. Cilengkrang (Menengah Tinggi)
7. Cileunyi (Menengah Tinggi)
8. Cimaung (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
9. Cimenyan (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
10. Ciparay (Menengah Tinggi)
11. Ciwidey ((Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
12. Ibun (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
13. Katapang (Menengah)
14. Kertasari (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
15. Kutawaringin (Menengah Tinggi)
16. Majalaya (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
17. Margaasih (Menengah Tinggi)
18. Nagreg (Menengah Tinggi)
19. Pacet (Menengah Tinggi)
20. Pameungpeuk (Menengah Tinggi)
21. Cangkuang (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
22. Pangalengan (Menengah Tinggi)
23. Paseh (Menengah Tinggi)
24. Pasirjambu (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
25. Rancabali (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan)
26. Rancaekek (Menengah)
27. Solokanjeruk (Menengah)
28. Soreang (Menengah Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan).
Wilayah Ancaman Banjir (Data Terbaru 2019):
1. Baleendah
2. Dayeuhkolot
3. Bojongsoang
4. Banjaran
5. Pameungpeuk
6. Cangkuang
7. Majalaya
8. Solokanjeruk
9. Ibun
10. Paseh
11. Rancaekek
12. Cileunyi
13. Soreang
14. Margaasih
15. Kutawaringin
16. Cicalengka
17. Katapang
18. Ciparay
19. Pangalengan
Editor : Bsafaat

