Waspadai Politik Pecah Belah Jelang Pilgub Jabar 2024

MENJELANG Peralihan kekuasaan dan pelaksanaan Pilkada 2024, stabilitas politik di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, menghadapi tantangan serius.

Waspadai Politik Pecah Belah Jelang Pilgub Jabar 2024
Geri Pahlevi , Komunitas Merah Putih

Jawa Barat yang dikenal dengan keragaman sosial-budayanya, berpotensi menjadi medan pertempuran bagi kelompok kepentingan yang ingin memanfaatkan situasi politik untuk tujuan tertentu. 

Momentum peralihan Presiden, serta hajat besar demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang tinggal menghitung hari menjadi momen krusial. Karena bukan hal mustahil karena pengaruh kelompok tersebut dapat muncul dalam bentuk provokasi, disinformasi, atau kampanye hitam yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Masyarakat  Jawa Barat memiliki keragaman etnis , budaya dan agama, Hal ini tentunya menjadi kekayaan daerah. Namun, disi lain bisa juga menjadi sumber kerentanan jika dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah. 

Untuk itu, sudah selayaknya, para kontestasi maupun para pendukung paslon Kepala Daerah, dalam berkampanye tidak menunggukan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).  Karena isu SARA sering digunakan kelompok-kelompok tertentu untuk mempolarisasi masyarakat. 

Politisasi agama, misalnya, menjadi salah satu alat ampuh yang dapat mengarahkan opini publik dan menciptakan ketidakpercayaan terhadap institusi negara. Hal ini, berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional jika tidak ditangani dengan baik.

Sebagai masyarakat Jawa Barat, tentunya kita semua menginginkan agar semua tahapan Pilkada Serentak 2024 di Jabar  dapat berjalan lancar, aman, kondusif.  Hal ini penting untuk menjaga stabilitas se-Jabar. Untuk itu,  sudah seharunya pemerintah dan aparat penegak hukum perlu mengambil langkah preventif untuk mengatasi potensi gangguan ini. 

Selain itu, perlu memperkuat pengawasan terhadap penyebaran informasi palsu di media sosial dan menindak tegas tindakan provokatif menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan. Deteksi dini dan tangkal dini terhadap ancaman potensial sangat penting untuk mencegah eskalasi konflik. 

Pada Pilkada Serentak 2024 ini, masyarakat memiliki peran krusial dalam menjaga ketenangan politik. Edukasi tentang literasi digital dan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga menjadi bagian penting dari upaya ini.

Kegiatan dialog antar komunitas, kampanye kesadaran publik, dan pelatihan kritis dalam mengonsumsi informasi dapat menjadi strategi efektif untuk menangkal pengaruh negatif kelompok kepentingan. Dengan saling menghormati perbedaan dan mengedepankan persatuan, masyarakat dapat menjadi benteng pertahanan terhadap segala bentuk provokasi.

Melansir sejumlah informasi di media, KPU RI juga telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo, tentang kesiapan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih sudah matang.

Dalam pertemuan tersebut, KPU RI juga menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo tentang persiapan Pilkada Serentak yang tinggal menghitung hari. 

Dalam setiap tahapan Pelkada Serentak, tentunya pihak Penyelenggara Pemilu (KPU-Bawaslu) dan pemerintah sudah seharusnya transparansi dalam menjalankan tahapan proses pemilu. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat, bahwa Pemilu Kada serentak dijalankan secara terbuka, akuntabel dan jujur. 

Keterbukaan ini akan mengurangi peluang bagi kelompok kepentingan untuk menyebarkan narasi negatif yang dapat merusak legitimasi hasil pemilu. Proses yang transparan juga akan mengurangi ketidakpuasan publik yang seringkali dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memicu ketegangan sosial.

Sebagai masyarakat, tentunya kita semua ingin menjaga Stabilitas keamanan di Jawa Barat selama peralihan presiden dan Pilkada 2024  tetap terjaga. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama. 

Karenanya dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, penyelenggara pemilu, peserta kontestasi maupun pendukung  paslon termasuk juga masyarakat menjadi kunci untuk mengawal proses demokrasi agar berjalan dengan damai dan sukses. 

Jika semua pihak dapat bekerja sama untuk menekan pengaruh negatif kelompok kepentingan, maka pemilu yang adil dan bebas akan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi Jawa Barat tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.

Pilkada Serentak 2024 yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Pilpres, tentunya menjadi tantangan politik bagi  masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung Raya. Maka , diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal agenda politik. 

Pemilu dan Pilkada adalah momen penting bagi masa depan daerah dan bangsa. Dengan terlibat dalam proses demokrasi secara sehat dan kritis, menolak provokasi dan disinformasi, serta menjaga kerukunan sosial, masyarakat dapat menjadi pilar penopang stabilitas. 

Mari kita pastikan bahwa masa depan Jawa Barat dan Indonesia tercipta dari semangat demokrasi yang bersih dan damai. Bersama, kita wujudkan pemilu yang aman dan bermartabat.

Penulis
Geri Pahlevi 
Komunitas Merah Putih 


Editor : Ghiok Riswoto