Weekend Penting dalam Politik Ridwan Kamil
Ini weekend politik paling penting Ridwan Kamil sejak jadi Gubernur Jawa Barat. Dia memperbaiki relasi dengan Gerindra dan PKS.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Ini weekend politik paling penting Ridwan Kamil sejak jadi Gubernur Jawa Barat. Dia memperbaiki relasi dengan Gerindra dan PKS.
Hotel Preanger, Kota Bandung, Minggu (9/2) pagi. Ridwan Kamil meluangkan waktu liburnya untuk datang ke sana. Bukan untuk jadi saksi pernikahan, seperti sehari sebelumnya, melainkan bertemu dengan ‘sahabat lamanya’.
Di sana, dia ikut hadir pada acara Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bukan agenda istimewa. Hanya pembukaan training orientasi PKS Jawa Barat. Kebetulan, acara sederhana itu juga dihadiri Presiden PKS, Sohibul Iman.
Di hadapan kadernya, juga Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil, Sohibul menjelaskan posisi partainya. Tak seperti yang digaungkan banyak orang selama ini, Sohibul menegaskan partainya mendukung kinerja Gubernur Jawa Barat itu.
Menurut pria asal Garut itu, perbedaan dukungan pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat sebelumnya, tak menjadikan PKS menjadi oposisi bagi Emil. Tak berarti, setelah saling berhadapan di kontestasi demokrasi itu, PKS tak mendukung pembangunan Tanah Pasundan setelah terjadi pergantian kekuasaan.
PKS, sebut Sohibul, dengan sepenuh hati mendukung kinerja Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat. Tentu saja, sepanjang membawa visi-misi membangun Jabar ke depan.
“Kita memandang itu sebagai proses normal dari pergantian kekuasaan. Di situ pasti ada kompetisi. Begitu kompetisi selesai, buat PKS itu selesai. Karena itu kemudian yang perlu dilakukan adalah kerja sama,” ujar Sohibul.
Partainya, menurut dia, mempunyai prinsip bahwa siapapun yang menang dalam kontestasi pilkada, menjadi suatu kewajiban untuk PKS mendukung pemimpin tersebut sukses membangun daerahnya.
“Karena harus sukses, maka kami mendukung ketika kebijakannya baik untuk masyarakat. Tapi ketika tidak baik tentu kami akan memberikan koreksi,” tambahnya.
Itu yang diharapkan Emil. Dia berharap PKS memberikan dukungan dalam upayanya mewujudkan visi-misi Jabar juara lahir batin. Terlebih, PKS menjadi partai pemenang kedua dalam Pemilu Legislatif 2019 lalu, dengan total 21 kursi di DPRD Jawa Barat.
“Saya sangat berharap mendapat dukungan dari PKS di Jabar dengan 21 kursi ini dengan kesamaan tujuan,” ujar katanya.
Menurut Emil, PKS mengapresiasi visi yang digagasnya dalam membangun Jabar agar ke depan kian baik. Pembangunan bangsa tidak hanya bisa dilihat dalam konteks duniawi saja, tetapi harus adaya kesinambungan antara duniawi dan ukhrawi.
“Kami sama sepemikiran bahwa membangun bangsa ini nggak bisa hanya urusan kasat mata duniawi saja, tapi betul-betul SDM-nya, mentalnya, spiritualitasnya. Mudah-mudahan kesamaan platform ini menguatkan kesuksesan Jabar sampai akhir masa jabatan,” tegasnya.
Kekuatan politik PKS memang cukup tinggi di DPRD Jawa Barat. Mereka empunya 21 kursi. Hanya kalah dari Gerindra yang meraup 25 kursi. Keduanya adalah parpol pengusung pesaing Emil-Uu, yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu pada Pilkada Jawa Barat 2018.
Dengan Gerindra pun Emil memoles kembali hubungannya. Sehari sebelumnya, dengan diselingi kehadirannya pada puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor, Emil pun menjadi saksi pernikahan anak Taufik Hidayat, Ketua DPRD Jawa Barat.
Taufik Hidayat adalah juga Ketua DPD Gerindra Jawa Barat. Tapi, tak hanya Taufik, di Hotel Trans Luxury, Bandung itu, Emil juga bertemu dengan Prabowo Subianto, Ketua Umum DPP Gerindra.
Emil dan Prabowo bahkan bersanding menjadi saksi pernikahan itu. Tentu saja, peristiwa itu menyita perhatian.
Hubungan Emil dan Prabowo sempat renggang saat Pilkada 2019 setelah Ridwan Kamil memutuskan maju dengan dukungan Partai Nasdem dan koalisinya. Emil juga memilih mendukung Joko Widodo dan bukan Prabowo Subianto pada perhelatan Pemilihan Presiden 2019 lalu.
Namun kini hubungan itu terlihat mencair. Keduanya menunjukkan keakraban. Emil dan Prabowo tampak asyik berbincang dan tertawa bersama-sama.
Ridwan Kamil mengaku dirinya tidak canggung bersanding dengan Prabowo pada momen tersebut kendati sikap politik yang dia ambil sempat hubungan keduanya kurang kondusif. Dia juga menilai sikap hangat Prabowo menunjukan kedewasaan Menteri Pertahanan itu.
“Nggak (canggung), saya sudah biasa menghadapi situasi seperti itu, mengalir saja. Terlihat memang sudah cair sih. Mungkin persepsi orang menganggap bagaimana. Tapi saya melihat kepribadian Pak Prabowo yang melihat masa depan lebih penting ketimbang masa lalu,” ujar Emil.
Dia pun membenarkan pertemuannya dengan Prabowo adalah momen pertama dirinya kembali bisa berbincang langsung dengan Ketua Umum Gerindra itu sejak Pilgub 2018 lalu.
“Saya mengucapkan selamat atas penugasan sebagai menteri pertahanan, saya mendoakan beliau sukses lancar karena ini bukan tugas sederhana. Mengucapkan selamat datang di Bandung,” kata dia.
Menurutnya momen pertemuan kemarin juga unik karena saksi nikahnya ada tiga, termasuk dirinya. “Saya kira hanya Pak Prabowo saja. Biasanya kalau saksi nikah dua kan berhadapan (posisi duduknya), kalau ini mah tiga. Sehingga duduknya berdampingan,” tuturnya.
Dalam momen pertemuan perdananya dengan Prabowo pascapilkada 2019 ini, Emil mengaku meminta maaf kepada Ketua Umun Partai GerIndra tersebut.
“Di sela itu, saya minta maaf sebagai yang muda ke yang sepuh terhadap apapun yang mungkin dalam perjalanan kurang berkenan di mata beliau karena sebuah takdir,” ungkap dia.
Emil juga menyampaikan, pertemuan dengan Prabowo tidak dimanfaatkan untuk membahas agenda Pilpres 2024.
“Boro-boro. Saya nggak mikir ke sana. Ada momen kita ngobrol, saling mendoakan karier dan pekerjaan. Hanya ringan begitu saja dan mohon maaf lahir batin untuk apapun yang mungkin kurang berkenan,” katanya.
Mereka berdua, diakui Ridwan Kamil, tidak membicarakan isu nasional apapun. Menurutnya momen pernikahan putri Ketua DPRD Jabar dilewati dengan khusyu.
“Nggaklah. Itu kan acara sosial, semua khusyuk mendengarkan MC mengatur flow acara. Ada pengajian kita khidmat, lagi ceramah tunduk, akadnya kita ikuti. Jadi nggak ada waktu spesifik,” pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

