Wow Anggaran Rembug Bedas Mencapai Rp2 Miliar
Program Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diberi nama Rembug Bedas menelan anggaran hampir Rp2 miliar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Program Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diberi nama Rembug Bedas menelan anggaran hampir Rp2 miliar.
Program Rembug Bedas ini bagian dari cara Dadang melakukan roadshow ke tiap desa dalam kurun waktu delapan bulan kedepan, dengan harapan dapat lebih mendekatkan diri dan menjaring aspirasi masyarakat dengan cara mendatangi langsung desa.
Hal tersebut berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) https://sirup.lkpp.go.id yang mana Pemerintah Kabupaten Bandung melakukukan dua kali pengadaan makan minum program Rembuk Bedas.
Pengadaan kesatu tertulis Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan Kegiatan Rembuk Bedas dengan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 39982082.
Kode RUP 39982082 menganggarkan Rp 195.000.000 untuk 12 kali makanan dan minuman aktivitas lapangan kegiatan Rembuk Bedas.
Sementara pengadaan lain memiliki pagu anggaran Rp 1.803.750.000 untuk 111 kali makan dan minum aktivitas lapangan kegiatan Rembuk Bedas dengan kode RUP 39983959.
Kedua pengadaan tersebut dilakukan pada 18 Januari 2023. Jika ditotalkan anggaran penagaan makanan dan minuman ktivitas lapangan kegiatan rembuk bedas mencapai Rp 1.998.750.000 atau hampir RP 2 miliar.
Pengadaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Bandung (DPMD).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan membenarkann, jika anggaran untuk pelaksanaan Rembug Bedas di 130 desa di Kabupaten Bandung pada 2023 ini mencapai Rp 2,1 miliar. Anggaran tersebut, ubtuk kebutuhan makan dan minum (mamin) masyarakat yang hadir atau diundang dalam kegiatan Rembug Bedas.
"Anggaran sebesar Rp 2,1 miliar itu untuk di 130 kegiatan (desa) di Kabupaten Bandung. Anggaran miliaran rupiah itu untuk mamin masyarakat yang diundang pada kegiatan Rembug Bedas," kata Tata.
Tata mengatakan, dari 130 kegiatan (desa) itu, dianggarkan sebesar Rp 16 juta untuk satu kegiatan dengan sasaran 400 warga yang hadir pada kegiatan Rembug Bedas.
"Meski dalam pelaksanannya, pada setiap pelaksanaan Rembug Bedas itu masyarakat yang hadir ada yang mencapai 500 orang, bahkan 800 orang per desanya. Minimal 300 warga yang hadir," ujarnya.
Tata melanjutkan, ratusan masyarakat yang hadir dalam kegiatan Rembug Bedas itu, berasal dari Ketua RT, Ketua RW, pemuda Karang Taruna, unsur PKK, Linmas, Karang Taruna, seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, BPD, LPMD, guru ngaji dan unsur lainnya.
"Anggaran yang digunakan sebesar Rp 16 juta untuk setiap kegiatan Rembug Bedas itu untuk mamin masyarakat yang hadir. Bukan untuk kita, mulai dari Pak Bupati Bandung, jajaran Perangkat Daerah yang hadir pada giat Rembug Bedas," katanya.
Menurut Tata penggunaan anggaran sebesar Rp 16 juta per kegiatan/desa itu dalam pengadaan maminnya melalui mekanisme e-Katalog, yang di dalamnya ada para pelaku UMKM Kabupaten Bandung.
"Sehingga mamin yang disiapkan untuk kegiatan Rembug Bedas tersebut berasal dari para pelaku UMKM yang ada di masing-masing desa. Program Rembug Bedas ini bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Jadi anggaran sebesar Rp 2,1 miliar itu, dikembalikan kepada masyarakat untuk kebutuhan mamin tadi. Setiap orang dianggarkan Rp 35.000 setelah dipotong pajak," katanya.
Tata menyebutkan dengan adanya informasi yang beredar hanya menyebutkan anggaran Rp 2 miliar untuk Rembug Bedas, bis menimbulkan persepsi dan penilaian yang kurang baik.(rd dani r nugraha).
Editor : Ahmad Sayuti

