Rembug Bedas, Jurus Jitu Dadang Supriatna Serap Aspirasi Warga Kabupaten Bandung

Percepatan dan pemerataan pembangunan menjadi tekad yang terus digelorakan Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna atau akrab disapa Kang DS. Dalam mewujudkan hal itu, Kang DS pun ters menggulirkan berbagai program unggulan, termasuk aksi nyata Kang DS terjun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi warga lewat inovasi bernama Rembug Bedas.

Rembug Bedas, Jurus Jitu  Dadang Supriatna Serap Aspirasi Warga Kabupaten Bandung
Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menyerap aspirasi warga lewat program unggulan bernama Rembug Bedas.

INILAHKORAN,Bandung- Percepatan dan pemerataan pembangunan menjadi tekad yang terus digelorakan Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati H.M.Dadang Supriatna atau akrab disapa Kang DS.

Dalam mewujudkan hal itu, Kang DS pun ters menggulirkan berbagai program unggulan, termasuk aksi nyata Kang DS terjun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi warga lewat inovasi bernama Rembug Bedas. 

Lewat program tersebut, Kang DS tidak hanya memberikan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi upaya menyerap aspirasi warga serta memetakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di tengah upaya percepatan dan pemerataan pembangunan yang tengah digelorakannya. 

Program Rembug Bedas akan digulirkan di tahun 2023 dengan sasaran desa-desa yang ada di Kabupaten Bandung. Kang DS meyakini dengan terjun langsung di tengah masyarakat, tak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga dapat memberikan dampak besar dalam akselerasi pembangunan. 

"Yang paling penting tentu saja ngarakeutkeun (mendekatkan) tali silaturahmi, antara saya dengan masyarakat Kabupaten Bandung. Supaya bisa menumbuhkan welas asih kepada sesama. Supaya bisa saling kenal, antara saya dengan masyarakat Kabupaten Bandung," ungkap Kang DS.

Menurut Dadang, Rembug Bedas dapat diartikan ngariung sareng masyarakat Kabupaten Bandung Bedas, telah diawali di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Kamis 5 Januari 2023. 

Desa Tegalluar merupakan kampung halaman Bupati Dadang, sebagai awal keberangkatan dirinya melangkah ke Pendopo Kabupaten Bandung. Kemudian menemui ratusan warga lainnya di desa-desa lainnya di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Margahayu dan Kecamatan Margaasih.

Selanjutnya kegiatan ini secara bertahap akan dilaksanakan kmdi desa-desa lainnya di Kabupaten Bandung, khususnya untuk desa-desa yang belum tersentuh program Rembug Desa pada tahun 2022.

Program Rembug Bedas juga telah dilaksanakan di Desa Nanjung dan Margaasih, Kecamatan Margaasih pada 18 Januari 2023 lalu. Kala itu, Kang DS yang datang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna berdialog langsung dengan masyarakat.

"Melalui Pelaksanaan Rembug Bedas ini, saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat atau keluh kesah warga yang ada di desa-desa. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat itu, diharapkan kedepannya ada solusi terbaik untuk mereka," ujarnya.

Dadang memaparkan, pelaksanaan Rembug Bedas lebih kepada bertemu dengan masyarakat di desa-desa setempat. Satu hari bisa bertemu masyarakat di dua dan tiga desa dengan tujuan menyampaikan sejumlah program kerja unggulan Pemerintah Kabupaten Bandung yang sedang berjalan, sedang dalam proses maupun target dari sasaran program kerja tersebut kedepannya.

"Intinya dalam pelaksanaan Rembug Bedas ini, saya berupaya menampung aspirasi atau keluh kesah masyarakat  terutama dalam persoalan sosial ekonomi masyarakat. Di antaranya, untuk mendengar aspirasi warga terutama yang belum punya pekerjaan. Saya ingin memberikan dorongan dan motivasi, supaya ada solusi terbaik dan mereka harus siap bangkit," katanya. 

Dalam setiap  pelaksanaan Rembug Bedas, Dadang selalu didampingi para kepala perangkat daerah. Hal tersebut bertujuan agar apa yang menjadi aspirasi warga dapat langsung difasilitasi melalui perangkat dinas terkait. 

"Pelaksanaan Rembug Bedas ini, sebagai bentuk hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Tidak hanya dihadiri para kepala dinas, dalam pelaksanaannya Rembug Bedas juga selalu dihadiri sejumlah pengusaha. Dengan harapan warga yang masih menganggur bisa disalurkan menjadi tenaga kerja baru melalui lapangan kerja yang ada di perusahaan tersebut. 

"Jadi kita berharap apa yang menjadi aspirasi masyarakat, khususnya bagi warga yang belum memiliki pekerjaan ada solusi terbaik. Melalui Rembug Bedas saya berharap ada percepatan terciptanya 35.000 pengusaha maupun lapangan kerja baru pada  2023 di Kabupaten Bandung dapat terlaksana," ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan menambahkan, jika anggaran untuk pelaksanaan Rembug Bedas di 130 desa di Kabupaten Bandung pada 2023 ini mencapai Rp2,1 miliar. 

Anggaran tersebut lanjutnya untuk kebutuhan  makan dan minum (mamin) masyarakat yang hadir atau diundang dalam kegiatan Rembug Bedas. 

"Anggaran sebesar Rp2,1 miliar itu untuk di 130 kegiatan (desa) di Kabupaten Bandung. Anggaran miliaran rupiah itu untuk mamin masyarakat yang diundang pada kegiatan Rembug Bedas," urainya.

Tata mengatakan, dari 130 kegiatan (desa) itu, dianggarkan sebesar Rp16 juta untuk satu kegiatan dengan sasaran 400 warga yang hadir pada kegiatan Rembug Bedas.

"Meski dalam pelaksanannya, pada setiap pelaksanaan Rembug Bedas itu masyarakat yang hadir ada yang mencapai 500 orang, bahkan 800 orang per desanya. Minimal 300 warga yang hadir," ujarnya.

Tata melanjutkan, ratusan masyarakat yang hadir dalam kegiatan Rembug Bedas itu, berasal dari Ketua RT, Ketua RW, pemuda Karang Taruna, unsur PKK, Linmas, Karang Taruna, seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, BPD, LPMD, guru ngaji dan unsur lainnya.

"Anggaran yang digunakan sebesar Rp 16 juta untuk setiap kegiatan Rembug Bedas itu untuk mamin masyarakat yang hadir. Bukan untuk kita, mulai dari Pak Bupati Bandung, jajaran Perangkat Daerah yang hadir pada giat Rembug Bedas," katanya.

Menurut Tata penggunaan anggaran sebesar Rp 16 juta per kegiatan/desa itu dalam pengadaan maminnya melalui mekanisme e-Katalog, yang di dalamnya ada para pelaku UMKM Kabupaten Bandung.

"Sehingga mamin yang disiapkan untuk kegiatan Rembug Bedas tersebut berasal dari para pelaku UMKM yang ada di masing-masing desa. Program Rembug Bedas ini bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Jadi anggaran sebesar Rp 2,1 miliar itu, dikembalikan kepada masyarakat untuk kebutuhan mamin tadi. Setiap orang dianggarkan Rp 35.000 setelah dipotong pajak," katanya.***(Rd Dani R Nugraha)


Editor : Ghiok Riswoto