Wow, Kuliner dan Fesyen Bandung Laku Keras di Makassar

Pemkot Bandung baru saja membuka Little Bandung store di Nipah Mall Makassar, 3 November lalu. Penjualannya diklaim sangat signifikan. Dalam dua hari, 60% produk Bandung laku keras. 

Wow, Kuliner dan Fesyen Bandung Laku Keras di Makassar
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meresmikan Little Bandung di Makassar
INILAH, Bandung - Pemkot Bandung baru saja membuka Little Bandung store di Nipah Mall Makassar, 3 November lalu. Penjualannya diklaim sangat signifikan. Dalam dua hari 60 persen produk asal Bandung laku terjual di Makassar. Rata-rata produk yang laku terjual adalah kuliner dan fesyen. 
 
Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bandung, Ahmad Guntara mengatakan, Bandung satu-satunya pemerintah yang berani membuka toko dalam pusat perbelanjaan modern. 
 
"Kemarin buka Little Bandung store di Makassar, begitu buka juga langsung membeludak dan baru dua hari langsung kejual 60 persen, jadi kemarin kita langsung kirim lagi," kata Guntara di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Selasa (13/11/2018).
 
Guntara menuturkan, saking banyaknya kuliner yang terjual, sejumlah makanan khas sunda dan olahan unik lainnya sampai harus dikirimkan tambahan. Sebab, stok di Little Bandung telah menipis.
 
"Kuliner itu yang paling laku, kan banyak kuliner tradisional itu banyak dibeli. Misalnya ada yang dari kelapa itu  serundeng itu, ada yang rasa-rasa kaya teri itu yang laku, sama basreng juga," ujarnya.
 
Selain itu, produk di Little Bandung yang diburu warga Makassar adalah barang-barang fashion. "Distro, pakaian atau fashion itu yang juga laku, kaya busana muslim juga banyak pembelinya," Guntara menambahkan.
 
Guntara mengaku bakal terus menjaring produk UMKM unggulan Kota Bandung untuk dipasarkan ke Makassar. Karena saat ini di toko Little Bandung seluas 66 meter persegi tersebut baru menjajakan produk dari 35 UMKM saja.
 
"Di Little Bandung yang Makassar itu kita kurasi 35 UKM yang dipromosikan. Kita akan cari terus untuk ditambah, karena maksimal di sana juga sebetulnya masih bisa menampung produk dari 100 UKM," tegasnya. 
 


Editor : inilahkoran