Yana: Mudah-mudahan Tinggal Sekali Lagi Ketemu

INILAH, Bandung- Meskipun belum menemukan titik temu dengan pedagang, namun upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menata Pedagang Kaki Lima (PKL) din kawasan Cicadas, telah menemukan titik tera

Yana: Mudah-mudahan Tinggal Sekali Lagi Ketemu
KETUA Satgasus Pedagang Kaki Lima (PKL), Yana Mulyana meninjau PKL Cicadas
INILAH, Bandung- Meskipun belum menemukan titik temu dengan pedagang, namun upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menata Pedagang Kaki Lima (PKL) din kawasan Cicadas, telah menemukan titik terang.
 
Menurut Ketua Satgasus PKL sekaligus Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, pedagang telah menerima tawaran Pemkot Bandung untuk ditata.
 
"Hanya saja, ada beberapa hal teknis yang masih perlu proses diskusi," kata Yana selepas rapat lanjutan penataan PKL Cicadas di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (30/11/2018).
 
Saat ini ada sebanyak 602 PKL yang berjualan di kawasan Cicadas. Mereka berjualan di trotoar sepanjang sekitar 500 meter yang memakan kiri dan kanan trotoar dengan lebar trotoar tersempit 3 meter dan terluas sekitar 5 meter. Pemkot berupaya menata kawasan ini, supaya pedagang nyaman, pembeli nyaman, pejalan kaki nyaman, dan pemilik toko eksisting pun nyaman.
 
Yana menuturkan, dalam rapat terungkap ada beberapa keinginan dari pedagang informal tersebut. “Ada harapan lagi dari mereka terhadap konsep yang sudah ditawarkan. Kita masih mencari titik temu, terus kita proses,” ujarnya.
 
Pedagang menginginkan, di beberapa ruas trotoar posisi lapak tidak sejajar di satu sisi, tetapi seperti kondisi eksisting, yakni berada di dua sisi kiri dan kanan. Sebagai konsekuensinya, tempat berjualan menjadi lebih pendek dari 1,5 meter.
 
“Size mereka siap mengecil menjadi sekitar 75 cm, tapi di beberapa titik saling berhadapan. Tapi tetap ukuran totalnya 1,5 meter karena punya dua muka,” jelasnya.
 
Yana mengungkapkan, keinginan pedagang akan dikaji karena bagi Pemkot, yang terpenting hak pejalan kaki sebagai calon potensial konsumen tetap terpenuhi. Pemkot Bandung melalui Dinas Tata Ruang, masih mengkaji desainnya karena di konsep awal, desainnya hanya satu baris di sisi trotoar yang menempel ke bahu jalan.
 
“Mudah-mudahan tinggal sekali lagi ketemu, itu pun di lapangan. Nanti saya ke lapangan. Insya Allah Desember (baca: bisa), doakan saja. Inginnya lebih cepat lebih baik,” harapnya.* humas.bandung.go.id
 


Editor : inilahkoran