Yantie Rachim Apresiasi Penurunan Stunting di Bogor Utara

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor yang sekaligus Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim mengapresiasi upaya penurunan angka stunting di Bogor Utara melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Rumah Zakat. 

Yantie Rachim Apresiasi Penurunan Stunting di Bogor Utara
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor yang sekaligus Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim mengapresiasi upaya penurunan angka stunting di Bogor Utara melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Rumah Zakat. 

INILAHKORAN.ID - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor yang sekaligus Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim mengapresiasi upaya penurunan angka stunting di Bogor Utara melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Rumah Zakat. 

Yantie memaparkan, pihaknya telah menyerahkan bantuan kepada 28 keluarga atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting di Bogor Utara. Bahwa program bantuan yang dilakukan oleh Rumah Zakat selama enam bulan telah menunjukkan hasil positif dan layak menjadi contoh kolaborasi yang diperkuat di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

"Kami memberikan bantuan kepada anak-anak yang stunting di setiap wilayah, sudah beberapa kali saya lakukan ya. Ini sangat bagus, karena Bogor Utara bekerjasama atau berkolaborasi dengan Rumah Zakat," ungkapan Yantie saat dikonfirmasi pada Jumat 02 Januari 2026.

Yantie memaparkan, keberhasilan intervensi stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, namun membutuhkan kerja sama berbagai pihak. 

"Oleh karena itu, kami mendorong setiap wilayah di Kota Bogor untuk memiliki mitra pendukung serupa dalam upaya mengentaskan stunting. Saya mengimbau seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Bogor untuk punya mitra, mereka harus aktif untuk mencari mitra yang bisa bersama-sama mengentaskan permasalahan wilayah termasuk stunting," terang Yantie.

Yantie menjelaskan, pentingnya memastikan kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak stunting. Bantuan makanan tidak harus mahal, tetapi harus tepat dan bergizi. Bahwa makanan seperti telur, susu, tempe, tahu, sayuran, hingga lele dan ikan-ikanan dapat menjadi pilihan yang baik untuk mendukung pemenuhan gizi anak.

"Untuk bantuan yang diberikan, saya selalu cek isinya apa saja, apakah memang itu memenuhi syarat, karena makanan-makanan yang diberikan untuk anak-anak stunting itu harus makanan bergizi," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi membeberkan, bahwa intervensi yang telah dilakukan Rumah Zakat menyasar 28 baduta stunting dengan pemantauan berkala. Dari jumlah tersebut, 16 anak dinyatakan lulus setelah mengalami peningkatan kondisi gizi.

"Rumah Zakat telah memberikan paket nutrisi, pendampingan, pemantauan serta edukasi gizi kepada orang tua. Kolaborasi ini merupakan sinergi bersama TPPS kota, kecamatan, kelurahan dan kader posyandu," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana