Yolla Yuliana Mundur dari Timnas Voli Putri, Fokus Dukung Regenerasi Atlet Muda

Salah satu pevoli putri senior Indonesia, Yolla Yuliana, resmi menyatakan mundur dari tim nasional bola voli putri Indonesia.

Yolla Yuliana Mundur dari Timnas Voli Putri, Fokus Dukung Regenerasi Atlet Muda
Yolla Yuliana Mundur dari Timnas Voli Putri, Fokus Dukung Regenerasi Atlet Muda

INILAHKORAN, Bandung – Salah satu pevoli putri senior Indonesia, Yolla Yuliana, resmi menyatakan mundur dari tim nasional bola voli putri Indonesia.

Keputusan ini ia ambil sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi pemain muda demi masa depan voli Indonesia yang lebih kompetitif.

“Keputusan saya mundur dari timnas adalah untuk memberi kesempatan kepada pemain muda. Saat tampil di AVC Challenge Cup (pekan lalu), saya melihat Filipina sudah banyak menurunkan pemain muda. Saya harap pemain kita juga bisa bersaing,” ujar Yolla dikutip dari ANTARA.

Surat pengunduran diri Yolla disampaikan kepada Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) pada Selasa, 10 Juni 2025.

Dengan langkah ini, Yolla menutup perjalanan panjang pengabdiannya selama 17 tahun di tim nasional, sejak level junior hingga senior.

Pemain asal Bandung itu mengawali kiprahnya di timnas pada 2008 dalam ajang Kejuaraan Youth Girls Asia di Manila, Filipina, saat Indonesia menempati peringkat keenam di bawah asuhan pelatih Li Qiujiang.

Selama membela Merah Putih, Yolla Yuliana turut mempersembahkan sejumlah prestasi penting. Ia meraih medali perak SEA Games 2017 dan medali perunggu pada edisi 2013, 2015, serta 2022.

Kemampuannya sebagai pemain serbabisa, yang bisa bermain di posisi outside hitter maupun middle blocker, membuatnya jadi andalan pelatih dalam berbagai turnamen internasional.

Namun, Yolla menegaskan bahwa dirinya belum pensiun total dari dunia voli. Ia hanya mengakhiri kiprah di timnas, namun tetap aktif di level klub.

“Saya masih akan bermain di Proliga dan Livoli. Saya hanya pensiun dari timnas saja,” tegasnya.

Di level klub, Yolla tercatat sebagai salah satu pevoli paling sukses. Bersama Jakarta Electric PLN, ia mencatatkan hattrick juara Proliga pada 2016, 2017, dan 2018. Ia juga membawa Bandung Bank BJB Tandamata menjadi juara pada musim 2022.

Turnamen AVC Challenge Cup 2025 yang digelar di Hanoi, Vietnam, pekan lalu, menjadi laga terakhir Yolla bersama timnas. Indonesia menutup turnamen tersebut di posisi kelima dari total 11 peserta.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan