10 Besar Proyek Unggulan Melaju ke Final WJIC 2025, DPMPTSP Jabar Harap Jadi Motor Penggerak Pembangunan Berkelanjutan

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar telah mengumumkan 10 besar proyek investasi unggulan untuk West Java Investment Challenge (WJIC) 2025 di penutupan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) 2025 di Kota Bandung, Minggu 20 Juli 2025 malam.

10 Besar Proyek Unggulan Melaju ke Final WJIC 2025, DPMPTSP Jabar Harap Jadi Motor Penggerak Pembangunan Berkelanjutan
10 proyek unggulan untuk investasi ini siap melaju ke tahap final WJIC 2025, yang akan dilangsungkan pada medio September 2025 mendatang. Dimana WJIC 2025 merupakan ajang seleksi dan kurasi proyek-proyek investasi strategis dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, dengan fokus pada sektor infrastruktur perkotaan, industri, pertanian dan pariwisata. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar telah mengumumkan 10 besar proyek investasi unggulan untuk West Java Investment Challenge WJIC 2025 di penutupan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) 2025 di Kota Bandung, Minggu 20 Juli 2025 malam.

10 proyek unggulan untuk investasi ini siap melaju ke tahap final WJIC 2025, yang akan dilangsungkan pada medio September 2025 mendatang. Dimana WJIC 2025 merupakan ajang seleksi dan kurasi proyek-proyek investasi strategis dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, dengan fokus pada sektor infrastruktur perkotaan, industri, pertanian dan pariwisata.

Proses seleksi dilakukan melalui serangkaian tahapan ketat, mulai dari pendampingan proposal, penjurian oleh panel independen, hingga evaluasi kelayakan ekonomi, sosial dan keberlanjutan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar Muslimin Anwar menyampaikan, dorongan investasi diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya menciptakan proyek investasi baru dari seluruh daerah di Jawa Barat, melalui WJIC 2025.

Proses penjurian WJIC 2025 melibatkan Tim Juri Independen yang berasal dari berbagai unsur strategis, antara lain perwakilan dari Kementerian Investasi/BKPM RI, Bank Indonesia, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), perbankan, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), konsultan finansial dan tenaga ahli pendamping dari KPBU Jawa Barat.

Kolaborasi lintas institusi ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek-proyek terpilih memiliki nilai keekonomian, kelayakan investasi dan dampak pembangunan yang signifikan untuk Jabar Istimewa.

10 proyek investasi unggulan WJIC 2025 antaranya Sentra Industri Nira Tasikmalaya (SINTAS) Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai proyek yang ditawarkan sebesar Rp13,1 miliar. 

Lalu Co-working Space Tod Pondok Cina Kota Depok senilai Rp1,4 miliar, Penerangan Jalan Umum (PJU) Kabupaten Pangandaran sebesar Rp61,6 miliar, Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Bandung Rp426,8 miliar.

Kemudian Pembangunan TOD Depok Baru Kota Depok sebesar Rp7,6 triliun, Transportasi Massal Berbasis Rel Kabupaten Bandung senilai Rp16 triliun, Jaguarmill: Pembangunan Industri Pengolahan Tepung Jagung Kabupaten Garut senilai Rp191,2 miliar.

Pembangunan Industri Pengolahan: Mangosteen Zero Waste Product Kabupaten Purwakarta senilai Rp54,04 miliar, Pembangunan Industri Pengolahan Pakan Ternak Silase Kabupaten Garut sebesar Rp189,66 miliar dan Integrasi Pengembangan Pertanian Organik Berbasis Ekonomi Sirkuler Kabupaten Sumedang sebesar Rp139,8 miliar.

West Java Investment Challenge bukan hanya menjadi ajang kompetisi proyek strategis, tetapi juga wujud nyata sinergi antar instansi dalam memperkuat posisi Jawa Barat sebagai provinsi tujuan utama investasi di Indonesia. 

Dengan seleksi ketat dan pemilihan proyek-proyek unggulan, diharapkan WJIC menjadi pintu masuk investasi yang membawa dampak ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja dan mendukung pembangunan berkelanjutan di seluruh penjuru Jawa Barat.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik menyampaikan, proyek-proyek terpilih akan difasilitasi lebih lanjut untuk dipromosikan kepada investor potensial dalam dan luar negeri, termasuk dalam forum-forum investasi strategis yang akan datang.

“WJIC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform kolaboratif untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mengemas peluang investasi yang berkualitas. Kami berharap proyek-proyek ini dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat,” ujar Dedi dalam keterangannya, Senin 21 Juli 2025.

Sebagai tindak lanjut, ke-10 proyek tersebut akan memasuki tahap site visit untuk verifikasi lapangan dan pendalaman potensi langsung di lokasi proyek.
Setelah itu, seluruh peserta akan mengikuti tahapan project expose yang akan diselenggarakan pada ajang promosi investasi berskala nasional dan internasional.

Proyek-proyek ini juga akan dikemas menjadi Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan ditampilkan dalam katalog promosi resmi Pemprov Jawa Barat, serta disertakan dalam sesi business matching dengan calon investor strategis.

Sebelumnya Muslimin mengatakan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jabar tidak cukup hanya mengandalkan APBN maupun APBD.

"Harus ada terobosan. Oleh karena itu, tahun ini kali kedua kita menyelenggarakan West Java Investment Challenge dan telah terkumpul 31 project dari 21 kabupaten/kota. Mudah-mudahan tahun depan seluruh 27 kabupaten/kota mengumpulkan atau mengusulkan project proposal investasi untuk daerahnya masing-masing," ujar Muslimin.

Dia melanjutkan 10 proyek terpilih ini memenangkan seleksi dari para juri, yang dilaksanakan pada 10-11 Juli 2025 lalu. Salah satunya oleh Ekonom Nasional, Joshua Pardede.

"Oleh karena itu, kami merasa bahwa 10 project ini telah mewakili pendapat dari berbagai ahli," ucapnya.

10 proyek ini lanjut dia, akan masuk dalam West Java Investment Roadshow, dimana BI Jabar bakal memasarkan proyek investasi ini ke kedutaan dan negara sahabat dalam dua minggu ke depan.

"Kemudian diharapkan akan terjadi letter of intent atau memorandum of understanding dari beberapa investor, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri dan akan dilaksanakan Insyaa Allah West Java Investment Summit pada 18 September 2025," kata dia. 


Editor : Doni Ramdhani