10 Ribu Dosen Belum Miliki Jabatan Fungsional, LLDIKTI Wilayah IV dan Unjani Berikan Workshop Pelatihan Fasilitasi Artikel Ilmiah 

LLDIKTI Wilayah IV, dosen, jabatan

10 Ribu Dosen Belum Miliki Jabatan Fungsional, LLDIKTI Wilayah IV dan Unjani Berikan Workshop Pelatihan Fasilitasi Artikel Ilmiah 
Melihat kondisi tersebut, LLDIKTI Wilayah IV bekerjasama dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengadakan workshop pelatihan fasilitasi artikel ilmiah di Fisip Unjani, mulai 28-29 Juli 2025. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat mencatat dari 31 ribu dosen di Jabar dan Banten, sebanyak 10 ribu orang belum memiliki jabatan fungsional di perguruan tinggi.

Kondisi tersebut terjadi lantaran dari angka 10 ribu dosen tersebut, hampir 60 persen atau 6.000an dosen tidak memiliki publikasi ilmiah.

Melihat kondisi tersebut, LLDIKTI Wilayah IV bekerja sama dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengadakan workshop pelatihan fasilitasi artikel ilmiah di Fisip Unjani, mulai 28-29 Juli 2025.

"Kami mengadakan pelatihan fasilitasi publikasi artikel ilmiah yang diikuti 76 peserta dari 27 perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan Banten," kata Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar Lukman saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin 28 Juli 2025.

Lukman menjelaskan, pihaknya menyarankan adanya pelatihan ini lantaran dari 31 ribu dosen di Jabar dan Banten, sebanyak 10 ribu orang diantaranya belum memiliki jabatan fungsional.

"Karena untuk menjadi jabatan fungsional atau untuk menjadi dosen asisten ahli (AA), lektor -lektor kepala dan guru besar itu harus punya publikasi ilmiah," jelasnya.

"Notabenenya dari 10 ribu dosen tersebut hampir 60 persennya, berarti sekitar 6 ribuan tidak punya publikasi ilmiah," sambungnya.

Kemudian, kata Lukman, jika dosen tersebut ingin naik dari asisten ahli ke lektor, maka yang bersangkutan harus punya publikasi ilmiah. Namun, sebagian besar ada yang belum punya sesuai dengan ketentuan.

"Mau naik lektor ke lektor kepala juga sama sampai ke guru besar pun jadi profesor pun juga harus punya karya ilmiah yang sesuai dengan ketentuan," katanya.

Oleh karena itu, ungkap Lukman, pihaknya bekerjasama dengan Unjani memfasilitasi 76 dosen dari 27 perguruan tinggi untuk hadir. Para dosen tersebut juga membawa manuskrip dan mereka akan didampingi oleh dosen-dosen yang berpengalaman di Unjani supaya mendapat bimbingan.

"Setelah mereka selesai dan sesuai dengan bimbingan, mereka akan mengirimkan ke jurnal ilmiah. Kemudian, ketika jurnalnya sudah diterima mereka akan bisa naik ke jabatan," ungkapnya.

Kenapa memilih Unjani?, Lukman menuturkan, LLDIKTI Wilayah IV Jabar memiliki 418 perguruan tinggi dan dari 418 itu yang unggul sebanyak 13 PT, salah satunya adalah Unjani.

"Nah Unjani kami minta karena Unjani sudah terbukti dari SDM-nya, profesornya banyak jenjang karirnya bagus karena artikel ilmiahnya juga sudah banyak. Dengan begitu, Unjani menjadi benchmark buat dosen," bebernya.

"Jadi di sini itu bukan hanya diajari menulis, tapi kami minta para dosen itu ngintip benchmark Unjani, seperti pasti ada laboratorium, sebelum menulis laboratorium kayak gini-gini," imbuhnya.

Tak cuma itu, lanjut Lukman, untuk bisa memiliki kualitas artikel ilmiah yang bagus para dosen bisa berkolaborasi dengan pihak Unjani.

"Kalau memang belum bisa menulis sendiri berarti saya jadi penulis kedua deh mungkin penulis pertamanya dari Unjani.

"Nanti lama -lama mereka akan mulai berani menulis. Bahkan, mereka akan mandiri, karena kalau secara publikasi ilmiah di sini tentu mengikuti kaidah-kaidah petunjuk penulisan atau selingkung," paparnya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unjani, Prof. Dr. Budiman menyampaikan terima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah IV yang telah memberikan kesempatan.

"Saya meyakini betul apa yang disampaikan oleh pak kepala sesuai dengan arahan Pak Rektor, bahwa artikel ilmiah yang ditulis oleh para dosen khususnya di Unjani dan juga melibatkan warga luar akan sesuai dengan harapan," kata Budiman.

"Saya meyakini betul dampak pelatihan terhadap reputasi akademik, termasuk reputasi dosen," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani