10 September Peringatan Hari Apa? Mengenal Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia
Merekam jawaban atas pertanyaan "10 September peringatan hari apa?". Simak sejarah World Suicide Prevention Day 2026, data WHO, dan cara menyelamatkan nyawa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tanggal 10 September diperingati sebagai Hari Pencegahan bunuh diri Sedunia (World Suicide Prevention Day).
Momentum tahunan ini digagas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama International Association for Suicide Prevention (IASP) untuk mematahkan stigma sosial, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta menegaskan bahwa krisis kesehatan mental dapat ditangani dan dicegah.
Mengutip rilis resmi WHO untuk peringatan 10 September 2026, kampanye global tahun ini memasuki puncaknya dengan mengusung tema "Changing the Narrative on Suicide" (Mengubah Narasi tentang bunuh diri) yang didampingi seruan aksi "Start the Conversation" (Mulai Percakapan).
Sejarah Peringatan 10 September
Inisiatif ini pertama kali diresmikan pada 10 September 2003 dalam sebuah konferensi di Stockholm, Swedia. WHO dan IASP menetapkan tanggal ini secara khusus guna mendorong negara-negara di dunia agar memasukkan program penanganan krisis mental ke dalam prioritas kebijakan kesehatan publik.
Sejak saat itu, setiap tanggal 10 September diwarnai dengan gerakan edukasi massa dan simbol kepedulian seperti tradisi menyalakan lilin di dekat jendela (Light a Candle near a Window) pada pukul 20.00 waktu setempat.
Mengapa Peringatan Ini Penting?
Berdasarkan data WHO terbaru, krisis kesehatan mental masih menjadi tantangan mendesak secara global:
Lebih dari 720.000 Jiwa Kematian: Setiap tahunnya, ratusan ribu orang meninggal dunia akibat bunuh diri.
Ancaman bagi Generasi Muda: Isu ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada kelompok usia produktif (15–29 tahun).
Peran Komunitas: Sebagian besar individu yang mengalami krisis memberikan sinyal tersirat. Kontak interpersonal sederhana sering kali menjadi langkah awal pencegahan paling ampuh.
Langkah Sederhana Menjadi 'Pendengar Pertama'
Sesuai dengan seruan WHO "Start the Conversation", masyarakat diajak aktif menciptakan ruang aman bagi siapapun yang sedang berjuang secara emosional melalui tiga prinsip utama:
Peka terhadap Sinyal
Tidak mengabaikan ketika teman atau keluarga tiba-tiba menarik diri, tampak putus asa, atau menunjukkan perubahan perilaku drastis.
Mendengarkan tanpa Menghakimi
Hadir secara penuh tanpa terburu-buru memberikan ceramah, meremehkan masalah, atau membandingkan penderitaan mereka dengan orang lain.
Menghubungkan ke Ahli
Mendampingi dan mengarahkan mereka untuk berkonsultasi ke layanan profesional seperti psikolog, psikiater, atau fasilitas kesehatan terdekat.
Editor : Firda Rachmawati

